ekonomi-bisnis

Kepercayaan Konsumen Thailand Terus Merosot, Dipicu Tarif AS dan Ketidakpastian Ekonomi Domestik

KS1
Sabtu, 17 Mei 2025 | 09:00 WIB
Pratunam, salah satu pusat perbelanjaan di Bangkok, Thailand. Kepercayaan Konsumen Thailand Terus Merosot, Dipicu Tarif AS dan Ketidakpastian Ekonomi Domestik. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

BANGKOK, KLIKSOLONEWS.COM – Kepercayaan masyarakat Thailand terhadap kondisi ekonomi terus menunjukkan tren negatif, dengan indeks kepercayaan konsumen kembali menurun untuk bulan ketiga berturut-turut pada April 2025.

Penurunan ini mengindikasikan kekhawatiran publik terhadap ketegangan dagang global serta lambatnya pemulihan ekonomi nasional.

University of the Thai Chamber of Commerce (UTCC) melaporkan bahwa indeks kepercayaan konsumen kini berada di angka 55,4, turun dari 56,7 pada Maret. Angka ini sekaligus menjadi yang terendah sejak tujuh bulan terakhir, mencerminkan pesimisme yang meluas di kalangan masyarakat.

Presiden UTCC, Thanavath Phonvichai, menjelaskan kebijakan tarif yang diberlakukan Amerika Serikat telah memperburuk ketegangan dagang internasional dan berdampak langsung terhadap sentimen konsumen Thailand.

“Situasi ini membuat publik menahan diri dalam pengeluaran, karena tidak yakin terhadap kondisi ekonomi ke depan,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis 15 Mei 2025, dilansir Voiceofnusantara, jejaring KlikSoloNews.

Selain pengaruh eksternal, tekanan juga datang dari dalam negeri. Harga komoditas pertanian seperti padi dan karet mengalami penurunan signifikan, yang menyebabkan penurunan pendapatan di sektor pertanian.

Kondisi ini memperlemah daya beli, khususnya di daerah pedesaan yang bergantung pada hasil pertanian sebagai sumber utama penghasilan.

Lebih lanjut, Thanavath menambahkan bahwa ketidakpastian politik yang berkepanjangan turut memperparah situasi.

Ketidakjelasan arah pemerintahan membuat konsumen semakin ragu untuk melakukan pembelian barang-barang besar dan melakukan perjalanan, dua indikator penting dalam pengukuran kepercayaan konsumen.

UTCC menyerukan agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah strategis untuk memulihkan kepercayaan publik, termasuk dengan menjaga stabilitas politik dan mendukung sektor pertanian yang terdampak.(ks01)

Tags

Terkini