ekonomi-bisnis

Investasi Jateng Tembus Rp 68 Triliun, Fokus Serap Tenaga Kerja dan Dorong Pemerataan

KS1
Kamis, 24 April 2025 | 16:00 WIB
Investasi Jateng Tembus Rp 68 Triliun, Fokus Serap Tenaga Kerja dan Dorong Pemerataan. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menaruh perhatian besar pada sektor investasi sebagai penggerak utama ekonomi daerah.


Dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, investasi diposisikan sebagai fondasi penting bagi pemerataan pembangunan dan penciptaan lapangan kerja.


Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) Aspirasi Masyarakat (Asmas) yang digelar DPD RI Jawa Tengah di Semarang, Rabu 23 April 2025.


"Investasi bukan hanya angka di atas kertas, tapi motor pertumbuhan ekonomi. Jawa Tengah harus jadi tempat yang ramah dan siap bersaing bagi para investor," ujar Taj Yasin di hadapan peserta diskusi yang melibatkan DPRD, akademisi, dan organisasi kepemudaan.


Sepanjang tahun 2024, Jawa Tengah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp68,67 triliun dengan jumlah proyek mencapai lebih dari 65 ribu. Angka ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan investor, tetapi juga berdampak langsung pada penciptaan lebih dari 411 ribu lapangan kerja baru.


Meski capaian ini menggembirakan, Taj Yasin mengakui masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Mulai dari infrastruktur yang belum merata, hingga proses perizinan yang memerlukan percepatan.


“OSS kita sudah berjalan baik. Sekarang tinggal bagaimana mengeksekusi di lapangan dengan lebih cepat,” jelasnya.


Untuk mempercepat realisasi investasi, Pemprov Jateng juga membuka ruang kolaborasi pendanaan antara pemerintah dan pelaku usaha dalam proses survei lapangan.


“Tidak semua hal bisa dilakukan secara daring. Kalau pemerintah belum bisa turun langsung, pelaku usaha bisa bantu dulu surveinya. Yang penting realisasi jangan tertunda,” tegasnya.


Langkah strategis lainnya adalah menyiapkan tenaga kerja lokal agar siap terjun ke dunia industri. Pemprov berkomitmen memperkuat pelatihan vokasi dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah kejuruan (SMK).


“Kita lihat dulu sektor investasinya, lalu kita siapkan tenaga kerjanya. Jadi ketika pabrik berdiri, SDM-nya sudah siap,” ujarnya.


Tahun 2025 juga akan menjadi momentum percepatan pembangunan infrastruktur. Taj Yasin menyebut, berbagai proyek jalan, kawasan industri, hingga penunjang konektivitas tengah dipersiapkan agar seluruh wilayah di Jateng bisa menjadi titik tumbuh investasi, tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.


“Sekarang bukan saatnya hanya fokus di satu dua wilayah. Kita bangun bareng-bareng supaya semua daerah punya peluang sama untuk berkembang,” imbuhnya.


FGD yang berlangsung dinamis ini turut dihadiri Ketua DPD RI Jawa Tengah Abdul Kholik, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdullah, akademisi FISIP UNDIP Nur Hidayat Sardini, serta perwakilan mahasiswa dan organisasi kepemudaan seperti PMII.

Halaman:

Tags

Terkini