Jumat, 12 Juni 2026

MAKIN PARAH! Rupiah Melemah Dekati Rp17.900 per Dolar AS, Sentuh Level Rp17.855

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 28 Mei 2026 | 09:33 WIB
MAKIN PARAH! Rupiah Melemah Dekati Rp17.900 per Dolar AS, Sentuh Level Rp17.855. (KlikSoloNews/dok)
MAKIN PARAH! Rupiah Melemah Dekati Rp17.900 per Dolar AS, Sentuh Level Rp17.855. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (28/5/2026) pagi. Mata uang Garuda bahkan mendekati level Rp17.900 per dolar AS.


Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.00 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.855 per dolar AS atau melemah 54 poin setara 0,30 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.


Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan beragam mata uang di kawasan Asia yang mayoritas juga mengalami tekanan terhadap dolar AS.


Yuan China tercatat turun 0,05 persen, ringgit Malaysia melemah 0,24 persen, dolar Singapura turun 0,16 persen, yen Jepang melemah 0,04 persen, dan peso Filipina turun 0,18 persen.


Sementara itu, dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang di kawasan Asia yang menguat terhadap dolar AS dengan kenaikan tipis 0,03 persen.


Tidak hanya di Asia, mata uang utama negara maju juga terpantau mengalami pelemahan terhadap dolar AS.


Euro Eropa turun 0,13 persen dan poundsterling Inggris melemah 0,19 persen. Kemudian dolar Australia terkoreksi 0,29 persen, dolar Kanada turun 0,10 persen, serta franc Swiss melemah 0,20 persen.


Pergerakan rupiah yang terus mendekati level Rp17.900 per dolar AS menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat, terutama terkait dampaknya terhadap harga impor, inflasi, hingga stabilitas ekonomi nasional.


Sebelumnya, sejumlah pejabat pemerintah dan ekonom sempat menilai level rupiah di kisaran Rp17.800 per dolar AS masih belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan.


Meski demikian, tekanan global dan penguatan dolar AS masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X