Jumat, 12 Juni 2026

Rupiah Tertekan, Bank Indonesia Ambil Langkah Agresif Naikkan Suku Bunga

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 22 Mei 2026 | 15:00 WIB
Rupiah Tertekan, Bank Indonesia Ambil Langkah Agresif Naikkan Suku Bunga. (KlikSoloNews/dok)
Rupiah Tertekan, Bank Indonesia Ambil Langkah Agresif Naikkan Suku Bunga. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026.

Kebijakan tersebut mengejutkan pelaku pasar karena mayoritas ekonom sebelumnya memperkirakan kenaikan hanya sebesar 25 basis poin, bahkan sebagian analis memprediksi suku bunga tetap bertahan di level 4,75 persen.

Langkah agresif Bank Indonesia dilakukan di tengah tekanan besar terhadap nilai tukar rupiah yang terus melemah dalam beberapa waktu terakhir.

Pelemahan rupiah dipengaruhi berbagai faktor eksternal maupun domestik, mulai dari penguatan dolar Amerika Serikat, kenaikan harga energi dunia akibat konflik geopolitik, hingga meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal dan stabilitas eksternal Indonesia.

Keputusan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Bank Indonesia berupaya menjaga stabilitas nilai tukar dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap kebijakan moneter nasional.

Dalam beberapa pekan terakhir, tekanan terhadap rupiah meningkat seiring ketidakpastian ekonomi global dan arus modal asing yang cenderung keluar dari pasar negara berkembang.

Selain itu, konflik geopolitik global turut memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan risiko inflasi internasional.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan suku bunga global, khususnya di Amerika Serikat, akan bertahan tinggi lebih lama.

Akibatnya, mata uang negara berkembang termasuk rupiah menghadapi tekanan yang semakin besar.

Pemerintah Dorong Penguatan Devisa Ekspor

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan baru terkait pengelolaan devisa hasil ekspor.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembentukan badan khusus ekspor komoditas strategis melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kebijakan ini bertujuan menjaga devisa tetap berada di dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan eksternal Indonesia.

Langkah tersebut diharapkan mampu membantu menjaga stabilitas pasar keuangan nasional di tengah tingginya volatilitas ekonomi global.

Kenaikan suku bunga yang lebih besar dari ekspektasi pasar dipandang sebagai upaya Bank Indonesia untuk menjaga kredibilitas kebijakan moneter.

Selain menahan tekanan terhadap rupiah, kebijakan ini juga diharapkan mampu mengendalikan ekspektasi inflasi dan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Pelaku pasar kini akan mencermati langkah lanjutan Bank Indonesia dalam beberapa bulan ke depan, terutama terkait arah kebijakan suku bunga dan strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X