Jumat, 12 Juni 2026

Kemendag Gandeng UNS Gelar Campuspreneur, Cetak Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 2 April 2026 | 11:00 WIB
Kemendag Gandeng UNS Gelar Campuspreneur, Cetak Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor. (KlikSoloNews/dok UNS)
Kemendag Gandeng UNS Gelar Campuspreneur, Cetak Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor. (KlikSoloNews/dok UNS)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menggandeng Universitas Sebelas Maret dalam pengembangan program Campuspreneur guna mencetak wirausaha muda berdaya saing global.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu (1/4/2026) hingga Kamis (2/4/2026), di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis kampus di Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor UNS, Irwan Trinugroho, serta Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kemendag, Johni Martha. Sementara itu, Budi Santoso dijadwalkan hadir pada hari kedua acara.

Dalam sambutannya, Irwan menyampaikan bahwa tahun ini UNS memasuki usia ke-50 atau Dies Natalis Emas. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan nasional, termasuk di sektor perdagangan dan kewirausahaan.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk komitmen UNS dalam mendukung penguatan ekosistem kewirausahaan di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa rasio wirausaha di Indonesia saat ini masih berada di kisaran 3 persen, jauh di bawah negara maju yang telah mencapai lebih dari 10 persen.

Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan jumlah dan kualitas wirausaha, khususnya yang berorientasi ekspor.

Di UNS, pengembangan kewirausahaan dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni kegiatan kemahasiswaan yang mendorong lahirnya wirausaha muda, serta peran dosen dan lembaga seperti LPPM dalam inovasi dan hilirisasi produk.

Program Campuspreneur dinilai strategis untuk melahirkan generasi muda yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di pasar global.

Sementara itu, Johni Martha menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pembekalan komprehensif kepada mahasiswa, mulai dari pengembangan ide bisnis, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran digital.

“Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru,” jelasnya.

Rangkaian Kegiatan dan Kolaborasi Strategis

Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan entrepreneur expo yang menampilkan produk dan jasa mahasiswa, alumni, serta UMKM binaan perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Selain itu, dilakukan pula kurasi produk oleh ritel modern, diskusi panel, serta coaching clinic terkait branding, perizinan usaha, hingga kesiapan ekspor.

Diskusi panel menghadirkan narasumber dari berbagai pihak, termasuk Kemendag, asosiasi ritel modern seperti APRINDO dan HIPPINDO, serta akademisi UNS.

Memasuki hari kedua, agenda akan dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama strategis antara Kemendag dan sejumlah perguruan tinggi dalam implementasi tridharma di bidang perdagangan.

Puncak acara akan ditandai dengan peluncuran resmi Program Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor oleh Menteri Perdagangan RI. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan business matching dan pitching bersama perwakilan perdagangan luar negeri.

Melalui kolaborasi ini, program Campuspreneur diharapkan menjadi katalis dalam mencetak generasi muda yang inovatif, kompetitif, serta mampu berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X