Jumat, 12 Juni 2026

INACA Desak Pemerintah Naikkan Tarif Penerbangan hingga 15 Persen Imbas Harga Avtur Melonjak 70 Persen

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 2 April 2026 | 10:04 WIB
INACA Desak Pemerintah Naikkan Tarif Penerbangan hingga 15 Persen Imbas Harga Avtur Melonjak 70 Persen. (KlikSoloNews/dok)
INACA Desak Pemerintah Naikkan Tarif Penerbangan hingga 15 Persen Imbas Harga Avtur Melonjak 70 Persen. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) kembali mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian tarif penerbangan domestik.

Desakan ini muncul setelah harga avtur yang ditetapkan PT Pertamina mengalami lonjakan signifikan hingga 70 persen.

Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menyatakan bahwa kenaikan harga avtur yang mulai berlaku sejak Rabu (1/4/2026) hingga 30 April 2026 memberikan tekanan besar terhadap operasional maskapai penerbangan nasional.

“Kami mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian kenaikan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) avtur dan Tarif Batas Atas (TBA) penerbangan domestik,” ujar Denon dalam keterangan resminya.

Menurutnya, kebijakan penyesuaian tarif menjadi sangat penting mengingat komponen bahan bakar menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya operasional maskapai.

Lonjakan harga avtur secara drastis dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keuangan maskapai jika tidak segera diimbangi dengan kebijakan tarif yang relevan.

INACA mengusulkan agar pemerintah menaikkan Tarif Batas Atas (TBA) penerbangan domestik hingga 15 persen. Selain itu, penyesuaian fuel surcharge juga dinilai sebagai langkah krusial agar maskapai tetap mampu menjalankan operasional secara optimal.

Denon menegaskan, tanpa adanya penyesuaian tersebut, maskapai berisiko mengalami tekanan finansial yang bisa berdampak pada layanan dan keselamatan penerbangan.

“Penyesuaian fuel surcharge dan TBA perlu segera diberlakukan agar maskapai dapat tetap beroperasi dengan menjaga keselamatan penerbangan serta kesehatan finansial perusahaan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberlanjutan operasional maskapai sangat penting dalam menjaga konektivitas transportasi udara nasional, terutama di negara kepulauan seperti Indonesia yang sangat bergantung pada moda transportasi udara.

Kenaikan harga avtur ini menjadi perhatian serius bagi industri penerbangan nasional. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah strategis agar keseimbangan antara kepentingan maskapai dan keterjangkauan harga tiket bagi masyarakat tetap terjaga. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X