Menurut Henggar, Kabupaten Wonogiri menjadi daerah dengan penurunan tingkat kemantapan jalan provinsi yang cukup signifikan sepanjang tahun 2026.
Jika sebelumnya tingkat kemantapan jalan mencapai 92 persen, saat ini kondisinya turun menjadi sekitar 68 persen.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari usia jalan yang sudah cukup lama, tingginya volume kendaraan yang melintas, hingga curah hujan tinggi pada awal tahun 2026.
Selain itu, kondisi tanah yang labil di sejumlah wilayah juga mempercepat kerusakan jalan.
“Bapak Gubernur ingin jalan-jalan provinsi digenjot pembangunannya. Dengan adanya tambahan alokasi ini diharapkan kualitas jalan meningkat dan masyarakat merasa lebih nyaman saat melintas,” ujar Henggar.
Baca Juga: Borong 20 Medali, Hapkido Rembang Jadi Tim Terbaik Kejurda dan Liga Pelajar Jateng 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan proses pembangunan jalan dimulai pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
Dengan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan tersebut, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Wonogiri dan sekitarnya.
Kepala Dinas DPUPR Kabupaten Wonogiri, Prihadi Ariyanto, menyampaikan apresiasi atas tambahan anggaran yang diberikan Pemprov Jawa Tengah.
Menurutnya, pembangunan jalan provinsi akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar distribusi barang dan aktivitas ekonomi.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah mengalokasikan pembangunan jalan di Wonogiri. Setelah selesai, semoga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan jalan bisa dirawat bersama-sama,” kata Prihadi.
Dukungan juga datang dari masyarakat. Surya, warga Kecamatan Ngadirojo, mengaku senang dengan rencana pembangunan ruas Jalan Ngadirojo-Giriwoyo yang selama ini banyak mengalami kerusakan.
Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang kerap menyebabkan pengendara mengalami kerugian, termasuk ban kendaraan yang bocor akibat terperosok ke lubang jalan.
“Ya senang kalau dibangun karena kasihan pengguna jalan, banyak bannya yang bocor,” ujarnya.(*)
Artikel Terkait
Jalan TMMD Belum Rampung 100 Persen, Warga Desa Puro Sudah Rasakan Manfaatnya
Wali Kota Respati Ardi Soroti Aksi Asusila di Ruang Publik Solo, CCTV dan Lampu Jalan Ditambah
Catat! Ruas Jalan dan Jembatan di Jawa Tengah yang Diperbaiki Tahun 2026, Ini Daftar Lokasinya
Jalan Cepu Randublatung Blora Segera Dibeton, Pemprov Jateng Kucurkan Rp34 Miliar
Jalan Jepara-Keling Segera Dibeton, Pemprov Jateng Tambah Anggaran Jadi Rp37,1 Miliar