solo

KNPI Surakarta Gagas Aksi Pemuda Lawan Darurat Sampah, Astrid Widayani: Butuh Kolaborasi Nyata

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:00 WIB
KNPI Surakarta Gagas Aksi Pemuda Lawan Darurat Sampah, Astrid: Butuh Kolaborasi Nyata. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Surakarta menggelar Seminar Lingkungan Hidup bertajuk “Mengurai Darurat Sampah di Kota Surakarta: Aksi Pemuda untuk Masa Depan Kita” di Pendopo Kecamatan Pasarkliwon, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus forum kolaborasi antara pemerintah, pemuda, akademisi, praktisi lingkungan, dan masyarakat dalam mencari solusi terhadap persoalan sampah yang semakin menjadi tantangan di Kota Surakarta.

Seminar tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, jajaran DPD KNPI Kota Surakarta, perwakilan DPRD Kota Surakarta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), organisasi kepemudaan, komunitas lingkungan, serta masyarakat umum.

Ketua DPD KNPI Kota Surakarta, Muhammad Bilal menegaskan persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

Baca Juga: Respati Gandeng APTISI Solo Tangani Sampah dari Hulu, Universitas Swasta Dilibatkan Dampingi Kelurahan

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat serta mendorong perubahan perilaku yang lebih peduli terhadap lingkungan.

“Pemuda harus menjadi pelopor dalam membangun budaya peduli lingkungan dan menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan sampah yang dihadapi kota kita,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif dalam pengurangan dan pengelolaan sampah melalui pendekatan yang berkelanjutan.

Astrid menjelaskan terdapat tiga aspek penting yang harus menjadi perhatian bersama dalam mengatasi persoalan sampah, yakni budaya, inovatif, dan ekosistem.

Menurutnya, aspek budaya berkaitan dengan upaya membangun kebiasaan masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Baca Juga: Daftar Pemeran Preman Pensiun yang Meninggal Dunia, Terbaru Kang Saep Cuk Nugroho

Sementara aspek inovatif menekankan pentingnya lahir berbagai ide kreatif dan terobosan baru dari kalangan muda untuk menjawab tantangan lingkungan yang terus berkembang.

Adapun aspek ekosistem menyoroti perlunya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Dibutuhkan perubahan budaya, semangat inovasi, dan ekosistem kolaborasi yang kuat. Pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan untuk mewujudkan Surakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Astrid.

Halaman:

Tags

Terkini