“Kami ingin para peserta merasa tidak sendiri dalam menghadapi persoalan hidup. Dengan berbagi cerita, perempuan dapat saling menguatkan dan menginspirasi,” ungkapnya.
Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi
Pemkot Surakarta juga menegaskan komitmennya dalam mendorong peran perempuan sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Berbagai kelompok perempuan akan terus dilibatkan dalam program pembangunan daerah.
Kelompok tersebut meliputi PKK, Dharma Wanita Persatuan, Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), hingga komunitas perempuan lainnya.
Menurut Wakil Wali Kota, perempuan memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
“Dengan perempuan yang berdaya dan terus bergerak, saya optimistis Kota Surakarta akan memiliki penggerak ekonomi yang kuat sekaligus menjadi ruang lahirnya inspirasi bagi sesama perempuan,” tegasnya.
Selain pemberdayaan ekonomi, Pemkot Surakarta juga memastikan perlindungan perempuan dan anak tetap menjadi prioritas.
Pemerintah akan terus memberikan pendampingan kepada perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan, mulai dari pemulihan psikologis, pendampingan sosial, hingga membantu korban mendapatkan akses pekerjaan dan kembali menjalani aktivitas secara normal.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Surakarta untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung perempuan agar dapat berkembang secara optimal di berbagai bidang kehidupan.(*)
Artikel Terkait
Dorong Digitalisasi UMKM, Astrid Widayani Serahkan KTA Digital Komunitas PUS
Astrid Widayani Berbagi Inspirasi Kepemimpinan dan Bedah Buku The Untold Story di Universitas Veteran Sukoharjo
Kasus Dugaan Pelecehan SPG di Sami Luwes Solo, Astrid Widayani Pastikan Korban Dapat Pendampingan dan Perlindungan
Festival Tas Nusantara III Resmi Dibuka, Astrid Widayani Dorong UMKM Kreatif dan Produk Daur Ulang Berdaya Saing
KNPI Surakarta Gagas Aksi Pemuda Lawan Darurat Sampah, Astrid Widayani: Butuh Kolaborasi Nyata