Sabtu, 20 Juni 2026

Rahadian Marga Saputra Minta Maaf Usai Viral Kenakan Kebaya Wanita di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran

Photo Author
Lukas Budi, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:30 WIB
Rahadian Marga Saputra Minta Maaf Usai Viral Kenakan Kebaya Wanita di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran (Kliksolonews/dok)
Rahadian Marga Saputra Minta Maaf Usai Viral Kenakan Kebaya Wanita di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran (Kliksolonews/dok)

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga Mangkunegaran, para budayawan, masyarakat Jawa, dan masyarakat Indonesia yang merasa kecewa maupun tersinggung atas tindakan saya,” katanya.

Rahadian juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir dirinya berupaya melakukan refleksi diri dengan mendengarkan berbagai kritik, saran, dan masukan dari masyarakat.

Menurutnya, polemik yang terjadi telah memberikan pelajaran berharga agar dirinya lebih memahami serta menghormati nilai-nilai budaya dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

“Beberapa waktu terakhir saya meluangkan waktu untuk refleksi diri, mendengarkan masukan, dan memahami berbagai perspektif dari masyarakat. Kritik dan saran yang diberikan akan saya jadikan pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Rahadian kembali menyampaikan permohonan maaf dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan teguran serta masukan secara konstruktif.

Baca Juga: Dua Residivis Curanmor Lintas Provinsi Dibekuk Polresta Surakarta, Gasak Motor dan HP Pemuda yang Tertidur di Pinggir Jalan

Kasus ini sebelumnya menjadi viral di media sosial setelah foto dan video Rahadian mengenakan kebaya perempuan saat mengikuti Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran beredar luas di media sosial.

Kirab Malam 1 Suro merupakan salah satu tradisi budaya yang sakral di lingkungan Pura Mangkunegaran dan setiap peserta umumnya mengikuti tata aturan busana yang telah ditetapkan sesuai adat yang berlaku.

Polemik tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian pihak menilai pentingnya menjaga dan menghormati pakem budaya dalam kegiatan adat, sementara pihak lain mendorong penyelesaian melalui edukasi dan dialog budaya.

Dengan adanya permintaan maaf terbuka tersebut, Rahadian berharap polemik yang terjadi dapat menjadi pembelajaran bagi dirinya sekaligus menjadi momentum untuk lebih memahami dan menghormati nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lukas Budi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X