Berdasarkan data dari TVRI, saat ini telah terdata hampir 12 ribu titik nonton bareng yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah menjelang dimulainya turnamen.
Penambahan 200 titik nobar oleh Komdigi akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Komunikasi dan Informatika daerah, komunitas digital, relawan digital, hingga mitra strategis lainnya.
Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat untuk menikmati pertandingan secara bersama-sama.
Selain memperbanyak titik nobar, pemerintah juga berkomitmen memastikan masyarakat di wilayah dengan tantangan konektivitas tetap dapat menyaksikan siaran pertandingan.
Komdigi akan berkoordinasi dengan TVRI, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menyiapkan dukungan infrastruktur yang dibutuhkan.
Baca Juga: KEREN! Norwegia Belum Main di Piala Dunia 2026, tapi Sudah Punya Tiga Foto Tim Paling Ikonik
"Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal untuk menikmati momen bersejarah ini. Jika terdapat wilayah dengan tantangan konektivitas, pemerintah akan menyiapkan berbagai solusi agar masyarakat tetap dapat menyaksikan pertandingan dengan baik," tegas Meutya.
Penambahan ratusan titik nobar menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan pengalaman menonton Piala Dunia yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Dengan dukungan TVRI sebagai pemegang hak siar dan kolaborasi lintas lembaga, pemerintah berharap euforia Piala Dunia FIFA 2026 dapat dinikmati oleh masyarakat dari Sabang hingga Merauke tanpa terkendala akses maupun konektivitas.(*)
Artikel Terkait
Piala Dunia 2026 Terapkan Aturan Baru, Pemain Dilarang Temui Pelatih saat Kiper Cedera
Piala Dunia 2026 Resmi Pakai Format 48 Tim, Ini Pembagian Grup dan Jadwal Lengkapnya
Museum TitikNol Pasoepati di Nusukan Hadirkan Nuansa Piala Dunia 2026
Sambut Piala Dunia 2026, Polresta Surakarta Gelar Nobar Gratis untuk Masyarakat
FIFA Siapkan Lencana Khusus untuk Messi dan Ronaldo di Piala Dunia 2026