"Saya bilang, 'waduh berat pak, masih banyak yang korup-korup'. Itu saja kalimat saya," tuturnya.
Menutup keterangannya, Nanik kembali menegaskan dirinya tidak memiliki akses terhadap pengelolaan keuangan maupun penentuan titik pelaksanaan program yang saat ini menjadi perhatian publik.
Ia menyebut urusan operasional berada di bawah kewenangan pejabat lain di lingkungan BGN.
"Operasional kan bagiannya Pak Sony termasuk soal titik. Gue tidak menerima duit. Apa yang gue korupsi?" tegasnya.(*)