SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Polda Jawa Tengah memperkuat kesiapsiagaan personel dengan menggelar pelatihan Unit Negosiator bagi Polisi Wanita (Polwan). Sebanyak 185 Polwan dari berbagai satuan kerja mengikuti kegiatan yang berlangsung di Mapolda Jateng, Senin (20/4/2026).
Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi dinamika penyampaian aspirasi masyarakat yang terus berkembang, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Tengah.
Kegiatan dibuka langsung Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Latif Usman, dengan menghadirkan instruktur dari Ditsamapta dan Satbrimob Polda Jateng.
Dalam arahannya, Wakapolda menegaskan bahwa peran negosiator sangat krusial dalam situasi yang berpotensi memanas. Negosiator tidak hanya bertugas menyampaikan pesan, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara aparat dan masyarakat.
“Negosiator adalah wajah pertama Polri di tengah masyarakat. Pendekatan humanis harus selalu dikedepankan,” tegasnya.
Ia menambahkan, menjadi negosiator membutuhkan kesabaran, kedewasaan, serta kemampuan membaca situasi secara cepat dan tepat.
Menurutnya, Polwan memiliki keunggulan dalam empati dan komunikasi persuasif. Hal ini menjadikan mereka sangat efektif dalam meredam ketegangan serta menjaga situasi tetap kondusif saat menghadapi massa.
“Polwan harus mampu menjadi penyejuk di tengah tensi yang meningkat, sekaligus memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik,” imbuhnya.
Pelatihan ini juga memperkuat peran Polwan sebagai bagian penting dalam sistem pengendalian massa (Dalmas), terutama dalam situasi kontingensi.
Materi Lengkap dan Simulasi Lapangan
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga menjalani simulasi langsung penanganan massa. Mulai dari tahap awal penyampaian aspirasi, dinamika saat orasi berlangsung, hingga menghadapi potensi eskalasi konflik.
Para peserta dilatih untuk membangun komunikasi persuasif, membaca kondisi psikologis massa, menentukan langkah taktis yang tepat, dan menjaga situasi tetap aman dan terkendali.
Pelibatan instruktur dari Brimob turut memperkuat aspek mental dan kesiapan lapangan para peserta.
Kabid Humas Polda Jateng, Artanto, menyatakan bahwa penguatan kapasitas negosiator merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mengedepankan pendekatan humanis.
“Negosiator adalah representasi Polri di garis depan yang mengedepankan dialog dan solusi,” ujarnya.