Ia berharap, melalui pelatihan ini, setiap personel mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif sehingga potensi konflik dapat dikelola tanpa menimbulkan dampak lebih luas.
Dengan pelatihan yang terstruktur dan komprehensif ini, Polwan Polda Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi pionir dalam meredam konflik sosial.
Langkah ini sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, responsif, dan humanis di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.(KS01)