Yoyok juga mendorong pemerintah melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mencari solusi, termasuk terkait harga avtur yang berpengaruh terhadap biaya tiket pesawat.
Selain masalah aksesibilitas, Yoyok juga mengusulkan agar pemerintah memperlonggar kebijakan visa bagi wisatawan dari negara-negara potensial seperti India, China, dan kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand telah lebih dulu menerapkan kebijakan visa yang lebih terbuka untuk menarik wisatawan dan meningkatkan devisa negara.
"Malaysia dan Thailand ini visanya longgar banget, open visa bagi China dan India. Saya sarankan agar visa untuk India, China, dan Timur Tengah diperlonggar. Ini untuk devisa negara," ujarnya.
Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.
Kemenpar Targetkan Wisman Tembus 19 Juta Kunjungan
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan tetap menjadi fokus utama pemerintah.
Baca Juga: Menteri Pariwisata Dorong Japan Airlines Buka Rute Baru ke Indonesia, Yogyakarta Jadi Prioritas
Menurutnya, Kementerian Pariwisata berkomitmen mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.
"Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada agar pariwisata dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional, penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa, serta kesejahteraan masyarakat," kata Widiyanti.
Untuk tahun 2026, Kementerian Pariwisata menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 17,6 juta hingga 19,1 juta kunjungan atau tumbuh sekitar 8,5 hingga 10 persen dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara atau average spending per arrival (ASPA) ditargetkan mencapai 1.447 hingga 1.497 dolar AS per kunjungan.
Peningkatan kunjungan tersebut diharapkan mampu mendongkrak devisa sektor pariwisata hingga mencapai 25,5 miliar hingga 28,6 miliar dolar AS serta memperkuat kontribusi industri pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (*)
Artikel Terkait
DPRD Bali Sahkan Perda Angkutan Sewa Khusus Pariwisata, Wajib KTP dan Pelat DK untuk Pengemudi
Wali Kota Solo Respati Ardi Raih Penghargaan Most Inspiring Tourism Leader dari Kementerian Pariwisata
Maxride dan Max Auto Perkuat Dukungan Pariwisata, Audiensi dengan Pengelola Kampung Wisata Batik Kauman Solo
Pariwisata Jateng Melaju Kencang, Jadi Penyumbang Pendapatan Tertinggi Nasional