Jumat, 12 Juni 2026

Pariwisata Jateng Melaju Kencang, Jadi Penyumbang Pendapatan Tertinggi Nasional

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 8 Januari 2026 | 21:48 WIB
Kunjungan Presiden Macron: Indonesia–Prancis Pererat Hubungan melalui Diplomasi Budaya di Candi Borobudur. (KlikSoloNews/dok Setpres)
Kunjungan Presiden Macron: Indonesia–Prancis Pererat Hubungan melalui Diplomasi Budaya di Candi Borobudur. (KlikSoloNews/dok Setpres)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Kinerja sektor pariwisata Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan riset CNBC Indonesia Research, Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi dengan total pendapatan objek daya tarik wisata komersial tertinggi di Indonesia.


Capaian tersebut sejalan dengan meningkatnya arus kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di wilayah Jawa Tengah, baik wisata alam, budaya, religi, maupun sejarah.


Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pengembangan pariwisata di Jateng dilakukan melalui strategi keterpaduan antarwilayah atau aglomerasi, serta penguatan desa wisata sebagai basis pemerataan ekonomi masyarakat.


“Upaya meningkatkan pendapatan asli daerah salah satunya dilakukan dengan memperkuat dan memperbanyak destinasi wisata yang terkelola dengan baik,” ujar Ahmad Luthfi, Kamis (8/1/2025).


Ia menjelaskan, Jawa Tengah memiliki keunggulan melalui pengembangan kawasan aglomerasi wisata yang saling terintegrasi, seperti Kopeng dan Rawapening di Kabupaten Semarang, kawasan Borobudur di Magelang, hingga destinasi pendukung lainnya.


Selain itu, desa wisata menjadi fokus utama pengembangan pariwisata berkelanjutan. Saat ini, Jawa Tengah memiliki sekitar seribu desa wisata yang dikembangkan secara bertahap, mulai dari skala lokal hingga berorientasi regional dan internasional.


“Desa wisata kami dorong naik kelas. Dari destinasi lokal, menjadi regional, bahkan internasional, dengan pembinaan berkelanjutan,” jelasnya.


Penetapan desa wisata dilakukan melalui surat keputusan kepala daerah sebagai dasar pengembangan dan pendampingan oleh pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota.


Tak hanya mengandalkan wisata alam dan sejarah, Pemprov Jateng juga mendorong diversifikasi produk pariwisata. Pengembangan wisata kuliner, budaya, serta wisata ramah muslim terus diperkuat guna memperluas segmentasi pasar wisatawan.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan nusantara ke Jawa Tengah sepanjang 2024 mencapai 68,88 juta orang atau meningkat 22 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara jumlah wisatawan mancanegara juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 28 persen, dengan total 593.168 kunjungan.


Sejumlah destinasi ikonik seperti Masjid Sheikh Zayed Surakarta, Kota Lama Semarang, Candi Prambanan, kawasan Borobudur, hingga Dataran Tinggi Dieng masih menjadi magnet utama wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah. (KS2)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X