Meski demikian, pemerintah mengakui bahwa pengawasan teknologi saja tidak cukup tanpa kesadaran masyarakat dalam menggunakan BBM sesuai haknya.
Pemerintah menekankan pentingnya kesadaran publik dalam menjaga distribusi BBM subsidi agar tetap tepat sasaran, terutama bagi kelompok yang benar-benar membutuhkan seperti petani dan nelayan.
“Yang paling penting kesadaran dari masyarakat yang tumbuh. Mana yang haknya, mana yang bukan haknya,” kata Anggia.
Ia juga mengimbau pengguna kendaraan yang mampu secara ekonomi untuk tetap menggunakan BBM nonsubsidi agar subsidi tidak salah sasaran.
Pemerintah juga mewaspadai potensi meningkatnya konsumsi Pertalite yang dapat menekan kuota subsidi nasional.
Namun, pemerintah memastikan akan terus melakukan pemantauan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kemampuan fiskal negara.
“Yang penting masyarakat terpenuhi, tapi di satu sisi beban fiskal juga tidak terlalu berat,” ujar Anggia.(*)
Artikel Terkait
Viral Nelayan Bawa Perahu ke SPBU, Aksi Unik Diduga Bentuk Protes Aturan BBM
Video Truk Isi BBM Non Subsidi Rp4 Juta Viral, Picu Beragam Reaksi Netizen
Polda Jateng Bongkar 53 Kasus Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Subsidi, 60 Tersangka Diamankan
Sinergi Aparat dan Pertamina Berbuah Hasil, Kasus BBM Subsidi Berhasil Diungkap
Harga BBM Terbaru 10 Juni 2026: Ya Ampun, Harga Pertamax Naik Rp3.950, Pertalite Tetap!