Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, Pemprov Jawa Tengah juga mengusulkan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Blora agar mendapatkan dukungan pendanaan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah harus responsif terhadap berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur.
Menurutnya, laporan masyarakat yang muncul melalui media sosial harus menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penentuan prioritas pembangunan.
Ia menekankan bahwa penanganan jalan rusak tidak boleh dilakukan secara asal-asalan dan harus mengedepankan kualitas pekerjaan agar hasilnya dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Jalan yang mengalami kerusakan berat harus menjadi prioritas utama. Pekerjaan harus dilakukan secara profesional, bukan sekadar tambal sulam,” tegasnya.
Pemprov Jawa Tengah juga menyampaikan apresiasi terhadap kritik dan masukan masyarakat yang dinilai berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, tidak hanya pada sektor infrastruktur, tetapi juga pendidikan, kesehatan, pangan, dan perumahan.
Dengan berbagai program yang telah disiapkan, pemerintah berharap kondisi jalan dan jembatan di Jawa Tengah semakin baik sehingga mampu mendukung aktivitas ekonomi, distribusi logistik, serta kenyamanan masyarakat dalam bertransportasi.(ks01)