JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM — Kemenangan telak 3-0 Timnas Indonesia atas Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (5/6/2026) malam, tidak hanya menghasilkan torehan manis bagi Skuad Garuda.
Laga bertajuk Garuda Championship Series 2026 tersebut juga menjadi panggung terciptanya sejarah baru sepak bola tanah air lewat sang wonderkid, Mathew Baker.
Masuk di pertengahan babak kedua menggantikan pencetak gol ketiga Indonesia, Ragnar Oratmangoen, Mathew Baker resmi mematahkan rekor sebagai debutan termuda sepanjang masa Timnas Indonesia senior.
Lahir pada 13 Mei 2009, pemain binaan Melbourne City tersebut mencatatkan debut internasionalnya di level senior pada usia 17 tahun 29 hari.
Penampilan perdana Baker ini sukses menggeser rekor yang sebelumnya dipegang striker muda Persis Solo, Arkhan Kaka.
Sebagai perbandingan, berikut adalah daftar dua debutan termuda di Timnas Indonesia saat ini yakni Mathew Baker berusia 17 tahun 29 hari saat diturunkan di FIFA Matchday Indonesia vs Oman (2026).
Sementara rekor pemain termuda timnas Indonesia dipegang pemain Persis Solo, Arkhan Kaka saat berusia 17 tahun 3 bulan 7 hari di Piala AFF 2024.
Meski hanya bermain dalam durasi yang relatif singkat di sisa babak kedua, menit bermain ini sangat krusial.
Nama Mathew Baker kini resmi abadi dalam buku sejarah sepak bola Indonesia hingga ada talenta muda lain yang mampu mematahkannya di masa depan.
Baker Aset Jangka Panjang
Keputusan berani menurunkan Baker di laga ketat sekelas FIFA Matchday mendapat apresiasi. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan Baker merupakan investasi jangka panjang untuk Skuad Garuda.
"Baker adalah aset masa depan Garuda. Sangat penting bagi pemain muda berbakat seperti dia untuk mendapatkan menit bermain dan pengalaman nyata di level internasional sedini mungkin," ujar John Herdman selepas pertandingan.
Berada di satu lapangan dan ruang ganti yang sama dengan barisan pemain berpengalaman seperti Kevin Diks hingga Calvin Verdonk diyakini akan mendongkrak mentalitas bertanding Baker.
Di era sepak bola modern, matang di usia belia bukan lagi hal tabu—berkaca pada fenomena bintang muda dunia seperti Lamine Yamal di Eropa.