"Bhabinkamtibmas memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga sangat efektif dalam membantu proses tracing, edukasi, maupun pendampingan warga yang terindikasi TB. Kehadiran mereka tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat," ungkap AKP Broto.
Ia menambahkan, para Bhabinkamtibmas telah dibekali pelatihan komunikasi publik, Buku Saku Pedoman Tracer TB, serta KIT pelacakan yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.
Kegiatan tracing yang dilakukan Bhabinkamtibmas selalu melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas dan kader kesehatan setempat agar proses pelacakan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang warga yang baru saja menjalani proses tracing mengaku merasa terbantu dengan pendampingan yang diberikan oleh Bhabinkamtibmas bersama petugas kesehatan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bhabinkamtibmas, petugas Puskesmas, dan kader kesehatan yang telah membantu pemeriksaan kesehatan kami. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat menjadi lebih peduli terhadap pencegahan TB," tuturnya.
Melalui kolaborasi antara Polri, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Polresta Surakarta berharap kesadaran warga terhadap pentingnya deteksi dini, pemeriksaan kesehatan, serta kepatuhan menjalani pengobatan TB semakin meningkat.
Dengan demikian, angka penyebaran Tuberkulosis di Kota Surakarta dapat ditekan dan target eliminasi TB yang dicanangkan pemerintah dapat tercapai secara optimal.(KS01)