Jumat, 12 Juni 2026

Stok Hewan Kurban di Jateng Surplus, Pemprov Pastikan Kebutuhan Iduladha 2026 Aman

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 19 Mei 2026 | 14:07 WIB
Stok Hewan Kurban di Jateng Surplus, Pemprov Pastikan Kebutuhan Iduladha 2026 Aman. (KlikSoloNews/dok)
Stok Hewan Kurban di Jateng Surplus, Pemprov Pastikan Kebutuhan Iduladha 2026 Aman. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COMPemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan stok hewan kurban untuk Iduladha 2026 dalam kondisi surplus.


Dari total populasi ternak sekitar 6,3 juta ekor, sebanyak 593.168 ekor diproyeksikan siap memenuhi kebutuhan kurban masyarakat tahun ini.


Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan mencapai 9-10 persen dari total populasi ternak di Jawa Tengah.


“Keseluruhan sekitar 6,3 juta ekor. Sedangkan untuk kurban sekitar 9-10 persen atau 593.168 ekor. Jadi jelas terpenuhi,” ujar Frans, Selasa (19/5/2026).


Menurutnya, Jawa Tengah menjadi salah satu lumbung ternak nasional sehingga ketersediaan hewan kurban masih sangat mencukupi. Hal itu juga sejalan dengan program swasembada pangan yang didorong Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.


Frans menjelaskan, kebutuhan hewan kurban di Jawa Tengah tahun ini terdiri atas 140.745 ekor sapi, 321.872 ekor kambing, 126.078 ekor domba, dan 4.472 ekor kerbau.


Untuk stok sapi, kambing, dan domba, Jawa Tengah tercatat mengalami surplus. Namun untuk kerbau masih mengalami defisit karena ketersediaannya hanya sekitar 1.204 ekor.


Selain itu, Pemprov Jateng juga memastikan stok ternak mampu memenuhi program bantuan sapi kurban dari Presiden. Program tersebut menyiapkan sapi berbobot minimal satu ton untuk setiap kabupaten/kota serta satu ekor tambahan untuk tingkat provinsi dengan total 36 ekor sapi.



Pengawasan Hewan Kurban Diperketat


Menjelang Iduladha 2026, Pemprov Jawa Tengah juga memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak guna mencegah penyebaran penyakit antarwilayah maupun dari luar provinsi.


Pengawasan dilakukan di sejumlah daerah perbatasan seperti Kabupaten Rembang, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri.


Petugas akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan ternak yang masuk dan memastikan setiap hewan memiliki surat keterangan sehat.


“Bukan hanya untuk kurban, misalnya hewan ternak untuk MBG, kami minta surat keterangan sehat. Jadi ketika hewan ternak berpindah harus ada surat tersebut dan kesehatannya sudah dicek,” jelas Frans.


Berdasarkan data Distannak Jateng, tren pemotongan hewan kurban pada 2024-2025 mengalami peningkatan hampir di seluruh jenis ternak.




  • Pemotongan sapi naik 8,9 persen

  • Pemotongan kambing meningkat 22,3 persen

  • Pemotongan domba melonjak 25,7 persen

  • Pemotongan kerbau turun 11,6 persen


Hingga saat ini, Pemprov Jateng memastikan belum ditemukan kasus serius terkait kesehatan hewan ternak menjelang Iduladha.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X