Sabtu, 13 Juni 2026

VIRAL! Warga Banyuwangi Gagalkan Penipuan Tokek Emas Rp2 Miliar, 3 WNA Thailand Nyaris Jadi Korban

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 20 April 2026 | 09:30 WIB
VIRAL! Warga Banyuwangi Gagalkan Penipuan Tokek Emas Rp2 Miliar, 3 WNA Thailand Nyaris Jadi Korban. (KlikSoloNews/dok)
VIRAL! Warga Banyuwangi Gagalkan Penipuan Tokek Emas Rp2 Miliar, 3 WNA Thailand Nyaris Jadi Korban. (KlikSoloNews/dok)

BANYUWANGI, KLIKSOLONEWS.COM– Aksi cepat dan penuh kepedulian ditunjukkan seorang warga Banyuwangi yang berhasil menggagalkan dugaan penipuan bernilai fantastis hingga Rp2 miliar.


Tiga warga negara asing (WNA) asal Thailand nyaris menjadi korban dalam transaksi fiktif jual beli “tokek emas”.


Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (15/4/2026) di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Sosok kunci dalam penyelamatan ini adalah Rendra Bayu Alwana (47), yang merasa curiga melihat sebuah minibus berplat kuning berputar-putar di sekitar desa selama sekitar 30 menit.


Awalnya, Rendra mengira penumpang kendaraan tersebut adalah wisatawan yang tersesat. Namun, kecurigaannya muncul ketika para penumpang justru berbicara menggunakan bahasa Thailand. Untuk berkomunikasi, ia kemudian memanfaatkan aplikasi Google Translate.


Dari percakapan tersebut, terungkap bahwa ketiga WNA itu hendak menuju kawasan Sukamade untuk melakukan transaksi pembelian “tokek emas” dengan nilai fantastis. Rendra pun langsung menyadari ada kejanggalan.


Selain medan menuju Sukamade yang dikenal sulit dan tidak dapat dilalui kendaraan biasa, ia juga memastikan bahwa tidak ada aktivitas jual beli tokek seperti yang dimaksud di wilayah tersebut.


Untuk memastikan, Rendra meminta para WNA menghubungi pria berinisial A yang diduga sebagai pengarah transaksi. Dalam percakapan via telepon, pria tersebut tidak mampu menjelaskan detail lokasi maupun informasi dasar wilayah.


“Dia bahkan meminta saya tidak ikut campur. Tapi saya tegaskan ini desa saya, jangan sampai nama desa rusak karena penipuan,” ujar Rendra.


Setelah sekitar satu jam diberi penjelasan, para WNA akhirnya menyadari bahwa mereka hampir menjadi korban penipuan. Atas saran Rendra, mereka langsung memutus komunikasi dengan pelaku.


Diketahui, para korban berencana membeli dua ekor “tokek emas” dengan harga Rp1 miliar per ekor. Total transaksi mencapai Rp2 miliar, dan diduga mereka sempat mentransfer uang muka.


Tak hanya itu, Rendra juga mengawal ketiga WNA tersebut hingga wilayah aman sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju bandara untuk kembali ke Thailand.


Kapolsek Pesanggaran, Maskur, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut pria berinisial A bukan warga setempat dan hingga kini masih dalam penyelidikan.


Kasus ini diduga melibatkan jaringan penipuan profesional. Pasalnya, pelaku mampu berkomunikasi dalam bahasa Thailand melalui pesan, namun juga fasih berbahasa Jawa saat berbicara langsung.


Menariknya, modus serupa ternyata bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Sebelumnya, warga lain juga hampir menjadi korban dengan skema yang sama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X