Jumat, 12 Juni 2026

62 Penerima Beasiswa Korsel Terkendala Deposit Rp200 Juta, Pemprov Jateng Siapkan Bapak Asuh

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 18 April 2026 | 09:00 WIB
62 Penerima Beasiswa Korsel Terkendala Deposit Rp200 Juta, Pemprov Jateng Siapkan Bapak Asuh. (KlikSoloNews/dok)
62 Penerima Beasiswa Korsel Terkendala Deposit Rp200 Juta, Pemprov Jateng Siapkan Bapak Asuh. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Sebanyak 62 siswa asal Jawa Tengah yang lolos program beasiswa ke Korea Selatan menghadapi kendala serius berupa kewajiban deposit Rp200 juta per orang untuk pengurusan visa.


Menyikapi hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan solusi inovatif melalui skema “Bapak Asuh” dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN).


Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno, mengatakan dana tersebut bukan biaya yang hilang, melainkan hanya sebagai jaminan di rekening selama proses pengurusan visa. Namun, besarnya nominal tetap menjadi beban bagi para peserta yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu.


“Uang itu hanya jaminan di rekening, tidak hilang. Kami akan mengajak ASN di lingkungan Pemprov Jateng untuk menjadi Bapak Asuh, satu orang mendampingi satu anak,” ujar Sumarno usai menerima audiensi dari Chungbuk Health & Science University di Kantor Gubernur Jateng, Semarang.


Program beasiswa Sister Province ini memang dirancang sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Tidak hanya berfokus pada akademik, program ini juga menekankan pada peningkatan keterampilan kerja agar lulusan mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga.


Selain skema pendampingan, Pemprov Jateng juga tengah mengupayakan keringanan biaya dari pihak kampus, terutama untuk fasilitas asrama mahasiswa. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses bagi peserta yang lolos seleksi.


Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Jateng, Syamsudin Isnaini, mengungkapkan dari total 1.825 pendaftar, kini tersisa 62 peserta yang akan mengikuti ujian kemampuan bahasa Korea (TOPIK) level 3 pada 17 Mei 2026 di Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil ujian tersebut akan menjadi penentu akhir keberangkatan mereka ke Korea Selatan.


Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan dasar program seperti pelatihan, tes, hingga keberangkatan telah dialokasikan dalam APBD dengan sisa anggaran sekitar Rp2,7 miliar. Namun, kebutuhan dana deposit visa menjadi tantangan terbesar.


“Jika semua peserta lolos, total dana jaminan bisa mencapai hampir Rp13 miliar. Saat ini LPK sudah berkomitmen membantu sekitar Rp5,5 miliar, sisanya masih perlu dicarikan solusi bersama,” jelasnya.


Dekan Kantor Urusan Internasional Chungbuk Health & Science University, Lee Young Eun, memberikan apresiasi atas kesiapan Jawa Tengah dalam menyiapkan peserta program ini.


“Dari 10 negara yang kami kunjungi, Indonesia adalah yang paling siap. Ini hasil kerja keras pemerintah daerah,” ujarnya.


Senada, Direktur Kerja Sama Internasional kampus tersebut, You Young Oh, mengaku terkesan dengan kualitas pelajar Jawa Tengah.


“Setelah wawancara, saya ingin membawa semua siswa ke Korea. Mereka luar biasa,” katanya.


Pihak universitas juga berkomitmen memberikan dukungan tambahan, termasuk peluang beasiswa lanjutan dan program penempatan kerja bagi mahasiswa asing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X