Jumat, 12 Juni 2026

Catat Waktunya! Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dimulai Pukul 18.03 WIB

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 2 Maret 2026 | 14:00 WIB
Catat Waktunya! Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dimulai Pukul 18.03 WIB. (KlikSoloNews/dok BMKG)
Catat Waktunya! Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dimulai Pukul 18.03 WIB. (KlikSoloNews/dok BMKG)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Masyarakat Indonesia akan disuguhi fenomena langit langka dan memukau pada Selasa, 3 Maret 2026.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) yang bisa diamati dari berbagai wilayah Tanah Air, terutama jika kondisi cuaca cerah.


Fenomena ini menjadi satu-satunya gerhana yang dapat disaksikan langsung dari Indonesia sepanjang tahun 2026.


Dilansir laman resmi BMKG, jadwal gerhana bulan total 3 Maret 2026. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa Gerhana Bulan terjadi akibat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang sejajar saat fase purnama. Pada Gerhana Bulan Total, Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.


Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, merinci waktu terjadinya gerhana sebagai berikut:





  • Gerhana mulai: 18.03.56 WIB




  • Puncak Gerhana:





    • 18.33.39 WIB




    • 19.33.39 WITA




    • 20.33.39 WIT






  • Gerhana berakhir sepenuhnya: 21.24 WIB




Secara keseluruhan, durasi gerhana berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik.
Durasi parsialitas mencapai 3 jam 27 menit 47 detik, sedangkan fase totalitas—saat Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan umbra—berlangsung selama 59 menit 27 detik.



Mengapa Bulan Berwarna Merah saat Gerhana?


Saat puncak Gerhana Bulan Total, Bulan akan tampak berwarna merah tembaga atau sering disebut sebagai Blood Moon. Warna merah ini terjadi akibat fenomena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.


Cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar oleh atmosfer, sementara cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang (merah) tetap lolos dan membias menuju permukaan Bulan. Inilah yang membuat Bulan terlihat merah saat totalitas terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X