SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menargetkan efisiensi anggaran hingga 29 persen melalui penerapan sistem kerja work from anywhere (WFA) bagi pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.
Dana hasil penghematan tersebut akan dialokasikan kembali untuk mendukung pembangunan kota, khususnya sektor infrastruktur yang dinilai mendesak.
Respati menjelaskan, kebijakan WFA saat ini masih berada dalam tahap uji coba dengan pengawasan ketat. Sebanyak sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah menerapkan sistem kerja di luar kantor sebagai bagian dari evaluasi awal.
Menurut Respati, langkah ini diambil untuk menekan biaya operasional Pemkot Solo, sekaligus menyesuaikan kondisi keuangan daerah setelah adanya pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD).
“Kami menargetkan efisiensi hingga 29 persen. Harapannya, penghematan ini bisa membantu menyeimbangkan kondisi keuangan daerah,” ujar Respati.
Dana hasil pengendalian anggaran tersebut dipastikan tidak akan mengurangi kualitas pelayanan publik. Sebaliknya, Respati menegaskan dana itu akan dialihkan ke sektor pembangunan, terutama infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu prioritas utama adalah pembangunan dan perbaikan drainase lingkungan guna mencegah genangan air di sejumlah wilayah Kota Bengawan.
“Pembangunan tetap berjalan. Dana efisiensi akan kami alihkan ke kebutuhan paling mendesak, seperti perbaikan drainase agar tidak terjadi genangan,” jelasnya.
Respati menegaskan, sistem WFA tidak diterapkan bagi pegawai yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat. Kebijakan ini hanya berlaku untuk pegawai back office yang dinilai memiliki beban operasional kantor cukup besar dan dapat bekerja secara fleksibel di luar kantor.
Efektivitas WFA akan terus dievaluasi untuk memastikan kebijakan tersebut benar-benar menghasilkan efisiensi anggaran tanpa mengganggu kinerja pemerintahan.
“Untuk OPD pelayanan publik, tidak ada WFA. Yang diterapkan WFA adalah non-pelayanan dan akan terus kami pantau efektivitas serta efisiensinya,” tegas Respati.
Selain menekan biaya operasional, Respati juga mendorong pegawai yang menjalani WFA untuk beraktivitas di lingkungan UMKM sehingga turut memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Berpeluang Diperluas ke 35 OPD
Ke depan, Pemkot Solo membuka peluang untuk menambah hari pelaksanaan WFA apabila kebijakan ini terbukti efektif dan tidak menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bahkan, sistem kerja fleksibel ini berpotensi diterapkan pada seluruh OPD non-pelayanan yang jumlahnya mencapai 35 instansi.