Jumat, 12 Juni 2026

Polda Jateng Gelar Rakor Lintas Sektoral, Matangkan Kesiapan Pengamanan Nataru 2025–2026

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 6 Desember 2025 | 15:30 WIB
Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Pratama Adhyasastra (Kliksolonews/dok)
Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Pratama Adhyasastra (Kliksolonews/dok)








SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Menjelang masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polda Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) untuk mematangkan kesiapan pengamanan. Rakor berlangsung di Aula Lantai 2 Mapolda Jateng pada Jumat (5/12/2025) pagi, dipimpin langsung Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Pratama Adhyasastra.


Kegiatan ini diikuti seluruh Pejabat Utama Ditlantas, para Kasat Lantas dan KBO dari 35 Polres jajaran, serta perwakilan instansi terkait. Dalam arahannya, Dirlantas menegaskan bahwa Rakor Linsek digelar untuk menyatukan persepsi dan merumuskan langkah-langkah teknis pengamanan di lapangan.


“Rapat ini sebagai langkah awal kita melaksanakan pengamanan Nataru melalui Operasi Lilin Candi 2025. Pengamanan ini untuk memastikan masyarakat menikmati libur Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman, nyaman, dan lancar. Ini bukan hanya tugas kepolisian, melainkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.


Paparan teknis disampaikan Kaur Bin Ops Ditlantas, AKBP Aidil, yang memetakan potensi kerawanan baik di jalur tol, arteri hingga akses menuju objek wisata. Ia menjelaskan tahapan cara bertindak dan strategi pengendalian arus untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.


Dalam paparannya, puncak arus mudik Natal diprediksi terjadi pada 20 Desember dengan arus balik pada 28 Desember 2025. Sementara puncak arus mudik Tahun Baru diperkirakan pada 24 Desember, dengan arus balik pada 4 Januari 2026.


Polda Jateng menyiapkan 219 Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu yang tersebar di seluruh wilayah. Seluruh pos akan dipantau terpusat melalui Posko Terpadu GT Kalikangkung.


Sebagai salah satu daerah tujuan liburan, Jawa Tengah memiliki lima jalur utama yang akan menopang mobilitas masyarakat, yakni Tol Trans Jawa, Pantura, Jalur Tengah, Jalur Selatan, dan jalur Pansela. Berbagai antisipasi telah disiapkan, termasuk penambahan gardu tol, SPBU mobile, kendaraan derek setiap 15 kilometer serta ketersediaan crane untuk mempercepat penanganan insiden.


Untuk jalur arteri, ramp check kendaraan umum seperti bus dan travel juga akan ditingkatkan guna memastikan kelaikan operasionalnya.


Rakor turut membahas pembatasan operasional kendaraan bersumbu tiga sesuai SKB tiga kementerian yang berlaku pada 19–20 Desember, 23–28 Desember, serta 2–4 Januari. Selama periode tersebut, hanya kendaraan pengangkut BBM, sembako, komoditas pertanian, dan peternakan yang dilengkapi barcode Dishub yang diperbolehkan melintas.


Polda Jateng juga memberi perhatian pada pengamanan 227 objek wisata, termasuk sepuluh destinasi favorit seperti Dieng, Kota Lama Semarang, Borobudur, Prambanan, Guci, Masjid Agung Demak, hingga Pantai Menganti. Rekayasa lalu lintas akan disiapkan untuk mengurai potensi kepadatan.


Mitigasi bencana turut menjadi fokus pembahasan mengingat potensi cuaca ekstrem akhir tahun. Polda Jateng telah memetakan beberapa wilayah rawan banjir dan longsor serta menyiapkan jalur alternatif untuk mendukung kelancaran mobilitas.


Dirlantas menutup kegiatan dengan menegaskan pentingnya soliditas seluruh pihak dalam Operasi Lilin Candi 2025.


“Mewujudkan kamseltibcar adalah tugas bersama. Sinergi yang kuat dari seluruh stakeholder merupakan kunci keberhasilan. Kehadiran kita adalah untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman selama masa libur Nataru,” pungkasnya. (KS1)













Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X