Jumat, 12 Juni 2026

Viral! Safari Politik Exco PSSI dengan Eks Terpidana Mafia Bola Picu Gelombang Kritik di Jateng

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 27 November 2025 | 20:25 WIB
Foto Viral! Safari Politik Exco PSSI dengan Eks Terpidana Mafia Bola Picu Gelombang Kritik di Jateng (Kliksolonews/dok)
Foto Viral! Safari Politik Exco PSSI dengan Eks Terpidana Mafia Bola Picu Gelombang Kritik di Jateng (Kliksolonews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Dinamika menuju pemilihan Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah semakin memanas setelah beredarnya foto anggota Exco PSSI, Khairul Anwar, saat melakukan safari politik bersama Johar Lin Eng, mantan pejabat federasi yang pernah dijatuhi hukuman seumur hidup akibat kasus pengaturan skor.


Keduanya diketahui menyambangi sejumlah Askab dan Askot di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Semarang pada 26 November 2025. Foto kebersamaan itu menyebar cepat di media sosial dan memicu diskusi luas mengenai etika dan komitmen integritas dalam proses pemilihan Asprov.


Agung Prasetyo, perwakilan Askab PSSI Pati, menyebut munculnya kembali figur yang pernah dianggap simbol skandal match-fixing sebagai sesuatu yang bertolak belakang dengan semangat pembenahan sepak bola nasional.


Menurut catatan, Johar Lin Eng adalah mantan Ketua Asprov Jateng dan eks anggota Exco PSSI pusat. Pada 2018, ia dinyatakan terbukti terlibat dalam pengaturan skor yang diselidiki Satgas Anti-Mafia Bola, hingga akhirnya dijatuhi sanksi larangan aktivitas sepak bola seumur hidup oleh Komdis PSSI. Ketika itu, keputusan tersebut dipandang sebagai tonggak penting dalam komitmen pemberantasan mafia bola.


“Kehadirannya kembali di ruang politik sepak bola, meski tanpa jabatan struktural, tetap mengundang banyak pertanyaan,” ujar Agung Prasetyo, Kamis (27/11/2025).


Khairul Anwar sendiri merupakan anggota Exco PSSI periode 2023–2027 sekaligus mantan anggota Komisi Disiplin. Dalam peta pemilihan Ketua Asprov, namanya menguat sebagai salah satu kandidat. Namun safari politik yang dilakukan bersama Johar disebut menimbulkan beragam tafsir, mulai dari upaya konsolidasi hingga dugaan keterlibatan jejaring lama.


Agung menambahkan bahwa kehadiran Johar dalam proses politik di Jateng dapat memicu kekhawatiran publik, termasuk erosi kepercayaan terhadap komitmen integritas federasi. Selain itu, adanya pejabat aktif PSSI pusat yang turun langsung dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.


“Kita tidak bisa menutup mata bahwa publik melihat ini sebagai langkah mundur dari kampanye anti-match fixing yang selama ini digaungkan,” ungkapnya.


Di sisi lain, Muhlisin, Exco Askab PSSI Kendal, juga mempertanyakan posisi Johar Lin Eng dalam kegiatan tersebut. Ia menilai penting adanya penjelasan resmi mengenai apakah safari politik ini tidak bertentangan dengan keputusan Komdis yang bersifat permanen.


“Publik juga menunggu kejelasan soal mekanisme integritas agar proses pemilihan tidak dipengaruhi pihak-pihak yang telah dikenai sanksi,” ujar Muhlisin.


Ia menegaskan bahwa konsistensi PSSI terhadap agenda reformasi akan diuji dalam situasi ini, termasuk bagaimana pemilih di tingkat Askab dan Askot menempatkan aspek integritas dibanding kepentingan jaringan politik.


Kontroversi safari politik ini menjadi ujian besar bagi kredibilitas proses demokrasi internal PSSI Jateng. Publik kini menunggu sikap tegas federasi, mulai dari penegakan disiplin hingga transparansi dalam tahapan pemilihan. (KS1)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X