Jumat, 12 Juni 2026

Kadin Solo Desak Dualisme Keraton Surakarta Segera Selesai demi Stabilitas Ekonomi

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 25 November 2025 | 06:30 WIB
Kadin Solo Desak Dualisme Keraton Surakarta Segera Selesai demi Stabilitas Ekonomi. (KlikSoloNews/Adhirajasa)
Kadin Solo Desak Dualisme Keraton Surakarta Segera Selesai demi Stabilitas Ekonomi. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Solo menilai penyelesaian dualisme kepemimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta sangat mendesak.

Berlarut-larutnya konflik internal dianggap dapat menghambat pertumbuhan budaya, pariwisata, serta ekonomi di Kota Solo.

Ketua Kadin Solo, Ferry Indrianto, menegaskan stabilitas di lingkungan keraton menjadi faktor penentu terciptanya kepastian dalam pembangunan.

“Kepastian adalah modal dasar sebuah pembangunan,” ujar Ferry, Senin (24/11/2025).

Ferry menjelaskan bahwa soliditas internal keraton akan memunculkan kepastian hukum dan kepercayaan publik. Pada akhirnya, iklim investasi di Kota Solo akan semakin kondusif dan berdampak positif pada pergerakan ekonomi.

Menurutnya, Kota Solo membutuhkan kerangka kepastian, yang hanya dapat terwujud jika Keraton Surakarta kembali stabil dan solid.

“Stabilitas melahirkan kepercayaan. Kepercayaan mendorong masuknya investasi,” tegasnya.

Keraton Berperan Strategis dalam Budaya hingga Ekonomi Solo

Keraton Surakarta memiliki posisi penting sebagai pusat budaya Jawa dan simbol peradaban lokal. Ferry mengingatkan bahwa sejak masa awal kemerdekaan, keraton telah berperan besar dalam perjalanan sejarah bangsa.

Ia menyebut stabilitas keraton memberi pengaruh luas, tidak hanya bagi keluarga besar keraton, tetapi juga bagi masyarakat Kota Solo, pelaku usaha, sektor pariwisata, kawasan Soloraya, hingga pemerintah daerah dan pusat.

“Manfaat stabilitas keraton dirasakan semua lapisan, bukan hanya pihak internal keraton,” ujarnya.

Ferry mengingatkan keraton merupakan lembaga adat yang berdiri di atas paugeran atau aturan adat. Karena itu, penyelesaian dualisme kepemimpinan tidak bisa dilepaskan kepada publik tanpa panduan paugeran.

Menurutnya, membiarkan persoalan keraton diselesaikan secara umum tanpa rujukan adat justru berpotensi menimbulkan kekacauan dan salah arah.

“Pemerintah harus ikut menjaga paugeran. Masyarakat juga berharap demikian,” tambahnya.

Ferry meyakini kejayaan Keraton Surakarta akan kembali jika stabilitas internal berjalan baik dan tata kelola keraton diperkuat secara profesional serta akuntabel. Ia menegaskan bahwa keraton memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi dan pariwisata Solo.

Ketidakstabilan internal, lanjutnya, dikhawatirkan dapat memengaruhi perputaran ekonomi, aktivitas pariwisata, serta citra Kota Solo sebagai kota budaya.

“Keraton menguatkan ekonomi, pariwisata, dan marwah Kota Solo,” tegas Ferry.

Ia juga menekankan setiap masa kejayaan Surakarta — dari era PB II hingga masa awal republik — selalu berawal dari kuatnya peran keraton sebagai pusat peradaban.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X