Jumat, 12 Juni 2026

Wali Kota Respati Ardi Ingin Bangunan Bersejarah Rutan Solo Jadi Ikon Wisata Seperti Tai Kwun Hong Kong

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 13 November 2025 | 08:00 WIB
Wali Kota Respati Ardi Ingin Bangunan Bersejarah Rutan Solo Jadi Ikon Wisata Seperti Tai Kwun Hong Kong. (KlikSoloNews/Adhirajasa)
Wali Kota Respati Ardi Ingin Bangunan Bersejarah Rutan Solo Jadi Ikon Wisata Seperti Tai Kwun Hong Kong. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen mempertahankan nilai sejarah dan arsitektur kolonial Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surakarta pascarelokasi ke Kabupaten Karanganyar.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menegaskan bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya itu tidak akan diubah, melainkan direvitalisasi menjadi museum dan pusat ekonomi kreatif.

Respati menjelaskan, Pemkot Surakarta siap memfasilitasi seluruh kebutuhan hukum dan sosial yang muncul akibat relokasi tersebut, termasuk menyediakan ruang tahanan titipan di dalam kota.

“Kami mendukung penuh rencana pemindahan Rutan ini. Namun tetap akan kami sediakan ruang untuk tahanan titipan agar proses sidang dan administrasi hukum di Surakarta tidak terganggu,” ujar Respati, Rabu (12/11/2025).

Respati mengungkapkan, revitalisasi Rutan Solo akan dilakukan tanpa mengubah bentuk fisik bangunan yang menjadi saksi sejarah masa kolonial. Nilai keaslian dan karakter arsitektur lama justru akan dijadikan daya tarik utama bagi masyarakat dan wisatawan.

“Kami ingin konsepnya seperti Museum Tai Kwun di Hong Kong, yang dulunya merupakan kompleks penjara kolonial. Kini Tai Kwun menjadi destinasi sejarah dan budaya yang sangat populer. Kami ingin Rutan Solo punya peran yang sama di sini,” jelasnya.

Dalam konsep baru tersebut, kompleks Rutan Solo akan diubah menjadi museum pemasyarakatan, galeri budaya, serta kawasan kuliner khas Solo. Revitalisasi ini diharapkan mampu menghidupkan ruang publik dengan nilai edukasi dan ekonomi sekaligus.

Ruang Edukatif, Sosial, dan Kreatif

Melalui proyek ini, Pemkot Solo ingin menghadirkan ruang terbuka yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata, tetapi juga wadah pembelajaran sejarah dan ekspresi budaya masyarakat.

“Masyarakat bisa belajar sejarah pemasyarakatan, melihat arsip-arsip bersejarah, hingga menikmati kuliner lokal di area foodcourt yang menempati bangunan kolonial. Semua dilakukan tanpa mengubah keaslian bentuknya,” tambah Respati.

-
Respati Ardi Ingin Rutan Solo Jadi Ikon Wisata Baru Seperti Tai Kwun Hong Kong. (Hong Kong Tourism)

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari visi besar Pemkot dalam mengubah persepsi publik terhadap bangunan bersejarah yang selama ini dikenal sebagai tempat tertutup menjadi ruang sosial dan edukatif yang terbuka untuk semua kalangan.

Respati optimistis, jika proyek ini berjalan sesuai rencana, kawasan Rutan Solo akan menjadi ikon wisata baru di jantung Kota Surakarta.

“Kami ingin mengubah citra tempat ini, dari yang dulunya identik dengan penjara, menjadi ruang kreatif, edukatif, dan sosial. Ini akan menjadi kebanggaan baru warga Solo,” pungkasnya.

Dengan konsep perpaduan antara sejarah, seni, dan ekonomi kreatif, bangunan kolonial Rutan Solo diharapkan mampu menjadi magnet wisata baru seperti halnya Tai Kwun di Hong Kong — sebuah contoh sukses transformasi ruang bersejarah menjadi destinasi publik modern.

Tai Kwun di Hong Kong adalah pusat seni, warisan, dan budaya yang dulunya merupakan kompleks kantor polisi dan penjara tertua di sana, yang kini telah direvitalisasi dan dibuka kembali untuk umum sejak Mei 2018.

Kompleks ini menggabungkan 16 bangunan warisan yang telah direstorasi dengan fasilitas modern, seperti galeri seni kontemporer dan auditorium, menjadi daya tarik wisata yang populer. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X