MALANG, KLIKSOLONEWS.COM - Perseteruan antara Imam Muslimin atau Yai Mim dengan pemilik usaha rental mobil bernama Nurul Sahara terus menjadi perhatian publik, terutama di media sosial.
Kasus ini bermula dari sengketa lahan parkir yang berujung pada ketegangan antarwarga di kawasan Joyogrand Kavling Depag, Malang.
Masalah berawal ketika mobil-mobil milik Sahara kerap diparkir di jalan depan rumah Yai Mim. Padahal, sebagian area jalan tersebut merupakan tanah wakaf milik Yai Mim yang diperuntukkan bagi kepentingan umum, bukan sebagai lahan parkir pribadi.
Merasa terganggu dengan aktivitas parkir yang kian sering, Yai Mim sempat menegur pihak Sahara. Namun, bukannya mereda, konflik justru berkembang menjadi pertikaian antarwarga. Puncaknya, Yai Mim dikabarkan diusir dari rumahnya sendiri oleh sejumlah warga setempat yang diduga berpihak pada Sahara.
Situasi ini memicu reaksi keras dari masyarakat dunia maya. Banyak warganet yang mengecam tindakan Sahara dan menilai sikapnya berlebihan terhadap sosok Yai Mim yang dikenal sebagai tokoh agama setempat.
Menurut keterangan dari salah satu akun media sosial, keluarga Nurul Sahara ternyata bukan kali pertama membuat kegaduhan di lingkungan tempat tinggalnya.
Sebelumnya, mereka bahkan disebut pernah diusir dari lingkungan rumah lama karena sering menimbulkan keributan hingga mengganggu ketenangan warga sekitar.
“Di RT 8 Joyogrand, pemilik rental ini sudah pernah diusir karena sering gaduh, Mbak. Tetangga mana yang nggak terganggu, tiap malam sampai dini hari ribut. Musik keras, ngobrol pakai bahasa daerah mereka, ketawa ngakak sampai malam. Terus mobil juga parkir sembarangan di jalan,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu sontak memancing banyak reaksi warganet. Sebagian besar mengaku kesal dengan perilaku keluarga Sahara yang dinilai tidak menghormati ketenangan lingkungan dan warga sekitar.(KS01)