Jumat, 12 Juni 2026

Podcast Densu Bareng Sahara Minta Maaf ke Yai Mim, Poling Netizen Mayoritas Menolak untuk Ditayangkan

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 06:00 WIB
Podcast Densu Bareng Sahara Minta Maaf ke Yai Mim, Poling Netizen Mayoritas Menolak untuk Ditayangkan. (KlikSoloNews/dok)
Podcast Densu Bareng Sahara Minta Maaf ke Yai Mim, Poling Netizen Mayoritas Menolak untuk Ditayangkan. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Konflik antara Sahara, pemilik usaha rental mobil asal Malang, dan Yai Mim, mantan dosen UIN Malang, memasuki babak baru.

Sahara akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui sambungan telepon yang direkam untuk podcast YouTube milik Denny Sumargo, yang rencananya tayang pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Dalam potongan rekaman yang dibagikan Denny melalui Instagram Story, terlihat momen perdamaian kedua pihak. Sahara membuka percakapan dengan sopan,

“Selamat sore, Assalamualaikum.”

Yai Mim pun menjawab dengan tenang,

“Walaikum assalam wa rahmatullahi wa barakatuh.”

Sahara kemudian menyampaikan permintaan maaf atas kata-kata kasar yang pernah dilontarkannya,

“Iya, saya mohon maaf atas omongan saya yang kasar, perkataan saya yang kurang baik kepada panjenengan,” ujarnya.

Publik Desak Podcast Tidak Ditayangkan

Meski rekaman ini disiapkan untuk publikasi, Denny Sumargo justru membuka polling di Instagram untuk menanyakan apakah podcast itu sebaiknya tayang atau tidak. Hasilnya, sekitar 70% netizen memilih agar video tersebut tidak dirilis.

Awalnya, Denny menghormati keputusan publik dan menunda penayangan podcast. Namun, sejumlah kritik dan tudingan bahwa ia mencari keuntungan dari konflik orang lain membuatnya mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

Keputusan mempertimbangkan penayangan podcast ini juga dipengaruhi arahan dari Yai Mim sendiri. Mantan dosen itu menyebut bahwa video klarifikasi sebaiknya ditayangkan agar masyarakat bisa melihat langsung proses rekonsiliasi antara kedua pihak.

Dengan demikian, publik akan dapat menyaksikan permintaan maaf Sahara secara langsung, sekaligus menilai penyelesaian perseteruan tersebut.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X