Jumat, 12 Juni 2026

Dieng Resmi Jadi Geopark Nasional, Taj Yasin Tekankan Riset dan Konservasi

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 24 September 2025 | 21:45 WIB
Dieng Resmi Jadi Geopark Nasional, Taj Yasin Tekankan Riset dan Konservasi. (KlikSoloNews/dok Kemenpar)
Dieng Resmi Jadi Geopark Nasional, Taj Yasin Tekankan Riset dan Konservasi. (KlikSoloNews/dok Kemenpar)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM  – Kawasan Dataran Tinggi Dieng resmi ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui SK Nomor 172.K.GL.01.MEM.G.2025.

Sertifikat penetapan diserahkan langsung oleh Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Kantor Gubernur Jateng, Rabu 24 September 2025.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) yang hadir dalam acara tersebut menegaskan, penetapan ini harus menjadi momentum untuk mengembangkan Dieng tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga pusat pendidikan, penelitian, dan konservasi lingkungan.

“Geopark ini bukan hanya soal potensi wisata dan alam, tetapi juga laboratorium alam untuk penelitian. Dengan begitu, kita bisa menjaga Dieng secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Gus Yasin, status geopark akan membuka peluang kedatangan peneliti dari dalam maupun luar negeri. Hasil kajian mereka bisa menjadi dasar untuk menjaga ekosistem serta mengelola kawasan lebih baik.

“Konservasi menjadi hal penting. Dunia pendidikan, pegiat lingkungan, hingga masyarakat harus berperan aktif agar kelestarian Dieng tetap terjaga,” tambahnya.

Warisan Budaya dan Pariwisata

Selain alam, Dieng juga menyimpan kekayaan budaya, baik berupa candi peninggalan sejarah maupun tradisi unik seperti ruwatan rambut gimbal. Menurut Gus Yasin, aspek budaya ini bisa menjadi daya tarik wisata yang mendukung peningkatan ekonomi lokal.

“Jika dikelola dengan baik, pariwisata berbasis budaya dan alam akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banjarnegara dan Wonosobo,” jelasnya.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, mengatakan penetapan ini menjadi langkah awal menuju pengakuan internasional sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).

“Dieng punya 23 situs geologi, delapan situs keanekaragaman hayati, dan sembilan situs budaya. Semua harus dikelola secara profesional dan berkelanjutan agar memenuhi standar UNESCO,” ungkapnya.

Situs-situs tersebut mencakup Kawah Sikidang, Telaga Warna, Gunung Prau, Kompleks Candi Arjuna, hingga tradisi Tari Topeng Lengger.

Penetapan Geopark Nasional Dieng juga sejalan dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi – Taj Yasin, terutama dalam sektor wisata, pendidikan, dan pelestarian lingkungan.

Dengan status ini, Dieng diharapkan semakin maju sebagai kawasan berdaya saing tinggi dan menjadi pondasi penting dalam program Kecamatan Berdaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X