Jumat, 12 Juni 2026

Dua Oknum TNI Terlibat Kasus Penculikan Kacab BRI Cempaka Putih Mohamad Ilham Pradipta, Ini Perannya di Lapangan

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 17 September 2025 | 06:30 WIB
Dua Oknum TNI Terlibat Kasus Penculikan Kacab BRI Cempaka Putih Mohamad Ilham Pradipta, Ini Perannya di Lapangan. (KlikSoloNews/dok Tribratanews)
Dua Oknum TNI Terlibat Kasus Penculikan Kacab BRI Cempaka Putih Mohamad Ilham Pradipta, Ini Perannya di Lapangan. (KlikSoloNews/dok Tribratanews)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Komandan Pusat Polisi Militer Kodam Jaya (Danpuspom Jaya), Kolonel CPM Donny Agus Priyanto, mengungkapkan keterlibatan dua anggota TNI dalam kasus penculikan Kepala Cabang (Kacab) BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37).

Dua oknum yang dimaksud adalah Serka N dan Kopda FH, yang masing-masing memiliki peran berbeda dalam aksi kriminal tersebut.

Menurut penjelasan Kolonel Donny, Serka N berperan sebagai penghubung antara otak penculikan berinisial JP dengan eksekutor lapangan. Ia yang pertama kali menghubungi Kopda FH untuk menawarkan “pekerjaan” dengan imbalan uang.

“Pada 18 Agustus 2025, Serka N menelepon Kopda FH, yang juga anggota Angkatan Darat, untuk membantu melaksanakan kegiatan penjemputan terhadap seseorang yang diminta DH,” ungkap Donny di Polda Metro Jaya, Selasa 16 September 2025, dilansir TribrataNews.

Peran Kopda FH: Eksekutor Lapangan

Sementara itu, Kopda FH bertindak sebagai eksekutor. Setelah diyakinkan oleh Serka N, ia bertemu dengan JP di sebuah kafe di kawasan Jakarta Timur untuk menyusun rencana penculikan secara matang.

Sebelum menjalankan aksi, Kopda FH sempat meminta uang operasional sebesar Rp5 juta.

“Pada 19 Agustus pukul 09.30 WIB, Serka N kembali menghubungi Kopda FH menanyakan kesediaannya. Kopda FH akhirnya menerima tawaran tersebut dan segera mengumpulkan tim yang akan digunakan untuk menjemput korban,” jelas Donny.

Hingga saat ini, penyidik gabungan masih mendalami keterlibatan pihak-pihak lain, termasuk otak penculikan berinisial JP dan DH yang diduga memberikan perintah.

Polda Metro Jaya dan Puspom TNI berkomitmen menangani kasus ini secara transparan, profesional, dan sesuai prosedur hukum.

Kasus penculikan ini menjadi perhatian publik lantaran melibatkan aparat TNI aktif. Proses hukum pun diharapkan dapat memberikan keadilan, baik bagi korban maupun institusi TNI yang nama baiknya tercoreng akibat ulah oknum.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X