Jumat, 12 Juni 2026

Laporan OJK Juli 2025: Kredit Korporasi Menguat, UMKM Masih Tertahan

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Minggu, 7 September 2025 | 11:30 WIB
Laporan OJK Juli 2025: Kredit Korporasi Menguat, UMKM Masih Tertahan. (KlikSoloNews/dok)
Laporan OJK Juli 2025: Kredit Korporasi Menguat, UMKM Masih Tertahan. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan bahwa total penyaluran kredit perbankan nasional telah mencapai Rp8.043,2 triliun per Juli 2025, atau tumbuh 7,03 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Meskipun pertumbuhan ini sedikit melambat dibandingkan bulan Juni 2025 yang mencatat 7,77 persen, OJK menilai kondisi intermediasi perbankan tetap stabil.

“Kinerja intermediasi tetap terjaga dengan profil risiko yang terkendali dan layanan perbankan berjalan optimal,” kata Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), Kamis 4 September 2025, dilansir Voiceofnusantara, jejaring KlikSoloNews.

Berdasarkan penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,42 persen yoy, disusul kredit konsumsi yang naik 8,11 persen, dan kredit modal kerja yang meningkat 3,08 persen.

Dari sisi kepemilikan, kantor cabang bank asing menjadi yang paling ekspansif dengan pertumbuhan kredit 9,90 persen yoy.

UMKM Tertahan

Dari sisi debitur, kredit korporasi mencatat pertumbuhan solid di angka 9,59 persen. Namun, kredit UMKM hanya tumbuh 1,82 persen, mencerminkan masih adanya tantangan dalam penyaluran pembiayaan ke sektor usaha kecil dan menengah.

Beberapa sektor ekonomi mencatat pertumbuhan kredit dua digit, di antaranya transportasi dan pergudangan: naik 22,25 persen, aktivitas jasa lainnya: naik 28,92 persen, pertambangan dan penggalian: naik 18,31 persen, lonjakan ini mencerminkan geliat pemulihan ekonomi di sektor-sektor strategis.

OJK juga melaporkan DPK perbankan tumbuh 7,00 persen yoy menjadi Rp9.294 triliun. Rinciannya giro tumbuh 10,72 persen, tabungan naik 5,91 persen, deposito meningkat 4,84 persen, kondisi likuiditas industri tetap kuat dengan AL/NCD = 119,43 persen, AL/DPK = 27,08 persen, Liquidity Coverage Ratio (LCR) = 205,26 persen (jauh di atas ambang minimum).

Sementara Rasio Non-Performing Loan (NPL) per Juli 2025 stabil di 2,28 persen (gross) dan 0,86 persen (net). Loan at Risk (LaR) tercatat di 9,68 persen, masih sejalan dengan kondisi prapandemi.

Adapun Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan tetap tinggi di 25,88 persen, memberikan bantalan kuat menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Dampak Penurunan BI Rate Mulai Terasa

OJK mencatat adanya penyesuaian suku bunga seiring kebijakan penurunan BI rate. Rata-rata bunga kredit dalam rupiah turun kredit investasi turun 36 bps, dan kredit modal kerja turun 20 bps

Sementara itu, suku bunga deposito juga menunjukkan tren penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Pertumbuhan kredit perbankan nasional Juli 2025 sebesar 7,03 persen yoy menunjukkan sektor perbankan Indonesia tetap solid. Likuiditas aman, permodalan kuat, dan risiko kredit terkendali. Tantangan ke depan ada pada peningkatan akses kredit bagi UMKM agar pertumbuhan ekonomi lebih inklusif.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X