Jumat, 12 Juni 2026

Kelompok Anarko Berulah di Semarang, Ratusan Orang Ditangkap Polisi

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 19:49 WIB
Kelompok Anarko Berulah di Semarang, Ratusan Orang Ditangkap Polisi. (KlikSoloNews/dok Polda Jateng)
Kelompok Anarko Berulah di Semarang, Ratusan Orang Ditangkap Polisi. (KlikSoloNews/dok Polda Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) memastikan kondisi di Kota Semarang tetap kondusif pasca aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang digelar damai di depan Mapolda Jateng, Sabtu 30 Agustus 2025.

Aksi mahasiswa berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB tanpa insiden. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyampaikan apresiasi atas kedewasaan para mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi.

“Alhamdulillah aksi mahasiswa berlangsung lancar, tertib, dan damai. Kami dari kepolisian sangat menghargai dan mengapresiasi hal ini,” ujarnya dalam keterangan resmi di Mapolda Jateng.

Namun, situasi sempat memanas sekitar pukul 15.00 WIB, tepat satu jam setelah aksi mahasiswa selesai. Kelompok anarko yang sejak siang berada di sekitar lokasi mulai berkumpul dalam jumlah besar.

“Pada pukul 15.15 WIB, kelompok ini melakukan aksi anarkis berupa perusakan fasilitas umum serta pelemparan batu dan benda keras ke arah petugas,” jelas Kombes Pol Artanto.

Kepolisian sempat memberikan imbauan agar massa menghentikan aksi anarkis dan membubarkan diri. Namun, peringatan itu tidak diindahkan.

Demi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, petugas akhirnya melakukan tindakan tegas dengan membubarkan massa serta mengamankan para pelaku.

Hingga sore hari, sebanyak 318 orang dari kelompok anarko berhasil diamankan. Mereka saat ini sedang menjalani pemeriksaan dan pendataan oleh Ditreskrimum Polda Jateng.

Kombes Pol Artanto menegaskan kepolisian berkomitmen menjaga keamanan dan kondusifitas Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang.

“Kami himbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi untuk ikut melakukan aksi anarkis karena sangat merugikan masyarakat dan perekonomian,” tandasnya. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X