Pengembangan Wisata Pulau Panjang – Kabupaten Jepara
Pembangunan Green Hospital – Kabupaten Semarang
Jateng Siap Menjadi Magnet Investasi
Menurut Sakina, proyek-proyek tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam menjadikan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional sekaligus basis industri manufaktur. Oleh karena itu, Pemprov Jateng mendorong hilirisasi pertanian dan energi terbarukan sebagai strategi jangka panjang.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan dirinya turun langsung karena kepala daerah harus menjadi "salesman" bagi daerahnya.
“Dengan keterlibatan langsung, investor lebih yakin dan paham bahwa Jateng adalah wilayah yang ramah investasi,” kata Luthfi.
Demi memperkuat daya tarik investasi, Pemprov Jateng telah menerbitkan Pergub Nomor 36 Tahun 2023 tentang insentif penanaman modal.
Beberapa insentif yang ditawarkan meliputi pembebasan atau keringanan pajak daerah, dukungan modal dan riset untuk UMKM, pelatihan vokasi dan subsidi bunga pinjaman, infrastruktur dan SDM Mumpuni.
Jawa Tengah juga ditopang oleh infrastruktur yang kompetitif, meliputi Tol Trans Jawa, 6 Bandara, 11 Pelabuhan, dan 10 stasiun besar.
Di sektor tenaga kerja, Jateng memiliki 1.557 SMK dan 2.002 lembaga pelatihan kerja, menghasilkan lulusan siap kerja di berbagai bidang industri.
Hingga triwulan I 2025, Jawa Tengah telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp21,85 triliun, atau 27,89% dari target tahunan Rp78,33 triliun. PMA: Rp14,08 triliun (Tiongkok, Korsel, Hong Kong, Singapura, Belanda) dan PMDN: Rp7,77 triliun
Sektor unggulan meliputi Industri tekstil, Barang kulit dan alas kaki, Industri makanan, Karet dan plastik, Perumahan dan kawasan industri
Investasi tersebut menyerap 97.550 tenaga kerja dan mencatat penambahan 20.431 proyek baru di berbagai wilayah.(ks01)