Jumat, 12 Juni 2026

Ring of Lawu 2025 Pecahkan Rekor: 2.050 Pelari Ramaikan Lintasan Ultra Gunung Lawu

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 28 Juli 2025 | 08:00 WIB
Ring of Lawu 2025 Pecahkan Rekor: 2.050 Pelari Ramaikan Lintasan Ultra Gunung Lawu. (KlikSoloNews/dok HarianKota)
Ring of Lawu 2025 Pecahkan Rekor: 2.050 Pelari Ramaikan Lintasan Ultra Gunung Lawu. (KlikSoloNews/dok HarianKota)

KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Ajang Ring of Lawu 2025 mencatat rekor partisipasi tertinggi sejak digelar pertama kali.

Sebanyak 2.050 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara seperti Jerman memadati kawasan Gunung Lawu, Karanganyar, mengikuti lomba lari ultra dengan lima kategori: 7K, 15K, 100K relay dua orang, 100K relay lima orang, dan 100K individu.

“Lonjakan peserta mencapai 100 persen dari tahun lalu yang hanya 950. Banyak yang penasaran setelah dengar cerita dari tahun pertama,” ungkap Rachmat Septiyanto, Event Director Ring of Lawu, Minggu 27 Juli 2025, dilansir HarianKota, jejaring KlikSoloNews.

Keunikan Ring of Lawu 2025 tak hanya soal jumlah peserta, tapi juga soal keberagaman usia. Dalam kategori 7K, peserta termuda adalah seorang anak usia PAUD yang berlari bersama orang tuanya.

Di sisi lain, Mbah Bambang yang berusia sekitar 60 tahun turut mencuri perhatian. Baru saja pensiun, ia tetap semangat menuntaskan lintasan.

“Ini event yang inklusif, dari yang masih kecil sampai lansia. Suasananya guyub, penuh semangat komunitas,” tambah Rachmat.

Abdul Aziz Dermawan Juara Kategori 100K

Satu nama yang menjadi sorotan adalah Abdul Aziz Dermawan, pelari asal Tangerang, yang menjuarai kategori 100K individu. Meski sempat vakum dari dunia lari ultra selama empat tahun dan baru pertama mengikuti Ring of Lawu, Abdul sukses menyelesaikan lomba dengan waktu 10 jam 39 menit.

“Awalnya hanya ingin menantang diri, karena sudah lama tidak ambil 100K. Tapi ternyata bisa podium,” ujar pria 32 tahun itu.

Abdul mengaku medan terberat adalah cuaca panas ekstrem antara kilometer 30 hingga 75. “Saya hampir muntah di setiap water station. Latihan cuma di daerah datar sekitar rumah, jadi benar-benar mengandalkan pengalaman,” jelasnya.

Berbeda dari lomba lari trail, Ring of Lawu menggunakan jalur full road: aspal dan cor beton, dengan elevasi mencapai 3.300 meter. Hal ini menjadikan event ini sebagai ultra road tertinggi di Indonesia.

“Kalau Siksorogo itu trail, ini road. Sama-sama keliling Lawu, tapi beda tantangan,” jelas Rachmat. Rute dirancang melingkar di lereng Gunung Lawu, cocok untuk pemula maupun pelari profesional.

Tak hanya soal kompetisi, Ring of Lawu juga menjadi ajang promosi wisata Karanganyar. Lintasan kategori pendek seperti 7K dan 15K melewati destinasi wisata andalan seperti Grojogan Sewu.

“Ini bukan hanya olahraga. Tapi juga wisata dan ekonomi. UMKM ikut dilibatkan, dan perputaran uang selama event diperkirakan tembus Rp 5 miliar,” jelas Rachmat, yang juga Bendahara Siksorogo Lawu Ultra (SLU).

Acara juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Bupati, dan Wakil Bupati Karanganyar, dengan dukungan fasilitas medis lengkap, mulai dari ambulans, tim fisioterapis, hingga tim PCR.

Setelah Ring of Lawu, panitia langsung tancap gas mempersiapkan Siksorogo Lawu Ultra (SLU) 2025, yang akan digelar akhir tahun ini. Target peserta: 5.000 orang dengan rute trail hingga 120 kilometer.

“Pendaftaran kami buka bulan Agustus. SLU akan lebih ekstrem karena jalurnya langsung naik ke pegunungan. Tapi tetap kami kemas jadi bagian dari sport tourism Karanganyar,” pungkas Rachmat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X