Jumat, 12 Juni 2026

Badan Gizi Nasional Gandeng UMKM untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 25 Juli 2025 | 13:20 WIB
Badan Gizi Nasional Gandeng UMKM untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis. (KlikSoloNews/dok)
Badan Gizi Nasional Gandeng UMKM untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COMBadan Gizi Nasional (BGN) melalui Direktorat Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat (PPM) menggelar kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Acara ini berlangsung di Hotel Sahid Jaya Solo pada 18–19 Juli 2025 dan diikuti oleh puluhan pelaku UMKM pangan dari berbagai wilayah.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal sebagai garda terdepan penyedia makanan bergizi di masyarakat.

UMKM dinilai memiliki peran vital dalam menentukan pola konsumsi yang sehat serta peningkatan status gizi masyarakat Indonesia.

Acara dibuka oleh perwakilan Badan Gizi Nasional, yaitu Rima Nurisa Brahmani, Bintari Rukhmasari, serta praktisi UMKM muda Gunawan Widarto.

Dalam pemaparannya, Rima menekankan bahwa BGN merupakan inisiatif strategis pemerintah yang fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat pendekatan berbasis data dan kolaboratif. Saat ini, ribuan mitra telah bergabung bersama BGN, dan ke depan kami ingin menjangkau lebih luas lagi. Untuk itu, dukungan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, sangat penting,” ujar Rima Nurisa Brahmani.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada sinergi tiga pilar utama: pelaku usaha daerah, UMKM, dan masyarakat. “Mari bersama-sama kita wujudkan Program Presiden RI Prabowo Subianto demi masa depan generasi yang lebih sehat dan cerdas,” lanjutnya.

Sementara itu, Bintari Rukhmasari menekankan pentingnya peran UMKM dalam mendukung pola konsumsi keluarga yang sehat.

“Semua dimulai dari rumah. Gizi yang baik berawal dari makanan yang dikonsumsi setiap hari oleh keluarga. Maka dari itu, peran UMKM sebagai penyedia makanan sehat menjadi sangat strategis,” jelas Bintari.

Ia menegaskan bahwa gizi yang cukup berpengaruh besar terhadap kesehatan fisik jangka panjang, kecerdasan, hingga produktivitas ekonomi. Hal ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo dalam mengembangkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Dalam sesi yang lebih teknis, praktisi UMKM muda, Gunawan Widarto, memaparkan data menarik terkait kontribusi dan tantangan UMKM di Indonesia.

“UMKM menyumbang sekitar 40% dari pendapatan negara atau senilai 9,5 triliun rupiah. Namun, masih banyak yang gagal bertahan. Menurut survei, hanya 30% UMKM yang bisa bertahan lebih dari 10 tahun. Karena itu, UMKM perlu strategi bisnis yang kuat dan adaptif,” ungkap Gunawan.

Ia mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, manajemen usaha, dan memperluas jaringan kolaborasi agar dapat menjadi mitra aktif dalam pelaksanaan program MBG.

Sosialisasi ini menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas UMKM menjadi kunci dalam mewujudkan program ini secara berkelanjutan.

Badan Gizi Nasional menegaskan komitmennya untuk terus melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam setiap tahap implementasi program. Dengan semangat gotong royong dan profesionalisme, MBG diharapkan dapat menjadi fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X