Jumat, 12 Juni 2026

Jenazah Tenaga Kesehatan di Donggala Dibawa dengan Motor karena Jalan Rusak, Tamparan Keras untuk Pemerintah

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 12 Juli 2025 | 11:00 WIB
Jenazah Tenaga Kesehatan di Donggala Dibawa dengan Motor karena Jalan Rusak, Tamparan Keras untuk Pemerintah. (KlikSoloNews/dok)
Jenazah Tenaga Kesehatan di Donggala Dibawa dengan Motor karena Jalan Rusak, Tamparan Keras untuk Pemerintah. (KlikSoloNews/dok)

DONGGALA, KLIKSOLONEWS.COM— Sebuah video yang memperlihatkan jenazah seorang tenaga kesehatan dibawa menggunakan sepeda motor di Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala, viral di media sosial dan menuai keprihatinan luas.

Dalam video yang beredar sejak Kamis 10 Juli 2025, tampak seorang pria membonceng jenazah yang dibungkus kain jarik di atas jok belakang motor, dengan batang kayu sebagai penyangga agar jenazah tetap tegak selama perjalanan.

Peristiwa memilukan ini terjadi karena ambulans tidak dapat menjangkau lokasi akibat kondisi jalan yang rusak parah dan terlalu sempit untuk dilalui kendaraan roda empat. Jenazah diketahui adalah ASN dari BKKBN Donggala yang wafat saat menjalankan tugas negara di wilayah terpencil.

"Jenazah tenaga kesehatan tersebut dibawa menggunakan sepeda motor menuju Kota Palu oleh sesama nakes, karena akses jalan tak bisa dilewati mobil," tulis akun @feedgramindo, Jumat 11 Juli 2025.

Tugas Negara Berakhir Tragis

Korban diketahui berasal dari Palu dan meninggal saat melaksanakan tugas sebagai tenaga kesehatan di pedalaman Donggala. Karena tak ada pilihan lain, rekan-rekan sejawat dan warga hanya bisa menggunakan motor sebagai satu-satunya moda transportasi untuk memulangkan jenazah ke kota.

Pemandangan memilukan ini menjadi tamparan keras bagi para pengambil kebijakan, terutama terkait pembangunan infrastruktur dasar di wilayah-wilayah terpencil. Di tahun 2025, masih ada wilayah Indonesia yang tidak bisa dilalui ambulans untuk evakuasi jenazah.

Video tersebut memicu gelombang empati dan kritik dari publik di media sosial. Banyak warganet menyuarakan duka, sekaligus menuntut perhatian nyata pemerintah terhadap kondisi jalan di pelosok.

“Sudah tahun 2025, hendaknya akses jalan diperhatikan sama pemerintah,” tulis akun @peci99.
“Tuhan berkati saudara-saudaraku di sana, Tuhan kuatkan selalu,” tulis akun lain @jose***iaa.

Bagi banyak orang, momen ini menggambarkan ketimpangan akses dan fasilitas publik antara daerah pusat dan daerah terpencil yang selama ini hanya mendapat perhatian saat masa kampanye.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X