Jumat, 12 Juni 2026

Pemprov Jateng Dorong Penguatan Pesantren Lewat Program Pesantren Obah, Begini Penjelasan Wagub Taj Yasin

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 25 Juni 2025 | 18:00 WIB
Pemprov Jateng Dorong Penguatan Pesantren Lewat Program Pesantren Obah, Begini Penjelasan Wagub Taj Yasin. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Pemprov Jateng Dorong Penguatan Pesantren Lewat Program Pesantren Obah, Begini Penjelasan Wagub Taj Yasin. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

KENDAL, KLIKSOLONEWS.COM— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggencarkan sosialisasi program Pesantren Obah sebagai bagian dari komitmen mendukung penguatan pendidikan berbasis keagamaan di pondok pesantren.

Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mencetak generasi unggul dan berkarakter kuat melalui jalur keagamaan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dalam acara Haul ke-30 Almarhum KH Nor Chozin dan Haflah Khotmil Qur’an ke-19 di Ponpes Nurul Qur’an, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, menyampaikan Pesantren Obah mencakup berbagai program unggulan.

Program tersebut mulai dari beasiswa kuliah ke luar negeri bagi santri, insentif bagi penghafal Al-Qur’an, hingga dukungan sarana ibadah dan insentif guru agama.

“Ini bentuk nyata dukungan Pemprov Jateng terhadap pendidikan yang berbasis keagamaan,” ujar Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin.

Salah satu sorotan utama dalam program Pesantren Obah adalah beasiswa luar negeri untuk santri. Gus Yasin menjelaskan bahwa proses seleksi beasiswa akan melibatkan berbagai pihak, termasuk kalangan pesantren, guna memastikan kualitas dan kesesuaian karakter santri yang terpilih.

“Ilmu yang diperoleh di luar negeri nantinya harus kembali diabdikan ke pondok pesantren,” jelasnya.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik santri, tetapi juga membentuk kepemimpinan yang kuat dalam komunitas keagamaan.

Pemprov Jateng juga memberikan insentif kepada santri penghafal Al-Qur’an, sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi mereka dalam menjaga tradisi keilmuan Islam. Gus Yasin menyebut, keberadaan para hafiz dan hafizah merupakan pondasi spiritual yang memperkuat nilai-nilai keimanan di masyarakat.

Tak hanya itu, insentif bagi guru agama juga tengah disiapkan dan ditargetkan mulai terealisasi pada tahun 2026. Guru agama dinilai memiliki peran penting sebagai benteng pendidikan karakter dan penjaga harmoni sosial.

“Para guru agama inilah yang berperan mewujudkan kerukunan masyarakat,” tutur putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair ini.

Menurut Gus Yasin, dukungan terhadap pesantren dan pendidikan agama akan memberikan dampak luas, termasuk pada sektor ekonomi. Masyarakat yang rukun dan damai, lanjutnya, menciptakan kondusivitas daerah yang mendorong investasi dan penanaman modal.

“Dari situ, kita bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akan dipakai untuk pembangunan di Jateng,” tegasnya.

Program Pesantren Obah bukan hanya bentuk keberpihakan pemerintah terhadap dunia pesantren, tetapi juga strategi integral membangun SDM yang unggul, spiritualitas yang kokoh, dan ekonomi yang tumbuh beriringan.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X