Jumat, 12 Juni 2026

Pemprov Jateng Gandeng JPEN Perluas Pemakaian CNG di Program MBG

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 20 Juni 2025 | 18:30 WIB
Pemprov Jateng Gandeng JPEN Perluas Pemakaian CNG di Program MBG. (KlikSoloNews/dok Prmprov Jateng)
Pemprov Jateng Gandeng JPEN Perluas Pemakaian CNG di Program MBG. (KlikSoloNews/dok Prmprov Jateng)

UNGARAN, KLIKSOLONEWS.COM– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pemanfaatan energi alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui peluncuran produk Compressed Natural Gas (CNG) PT Jateng Petro Energi (JPEN), yang dimanfaatkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta didorong penggunaannya oleh rumah tangga dan pelaku industri kecil.

Peluncuran perdana pemakaian CNG ini dilakukan langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, di Dapur Mandiri Marwa, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat 20 Juni 2025.

Dapur tersebut merupakan bagian dari jaringan dapur MBG yang akan segera beroperasi untuk melayani ribuan siswa sekolah.

“Penggunaan CNG ini sangat tepat karena jauh lebih murah dibanding elpiji. Saya apresiasi JPEN atas inisiatif ini, dan saya ingin pemanfaatannya diperluas ke sektor rumah tangga dan UMKM,” ujar Luthfi usai acara peluncuran.

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi besar cadangan gas alam, terutama di wilayah Grobogan, Blora, dan sekitarnya. Pemanfaatan CNG di daerah ini bukan hanya soal efisiensi biaya, namun juga langkah menuju kemandirian energi berbasis potensi lokal.

Luthfi menambahkan, pemasangan instalasi CNG di dapur MBG dapat menelan biaya hingga Rp20 juta, namun JPEN menyediakan fasilitas tersebut secara gratis bagi dapur-dapur MBG yang tergabung dalam program pemerintah.

“Selama ini masyarakat hanya tahu gas melon. Sekarang kita kenalkan alternatif baru dari sumber energi kita sendiri,” tegasnya.

Direktur PT JPEN, Dwi Budi Sulistiyana, menyebut Dapur Mandiri Marwa merupakan dapur keempat yang disuplai CNG oleh JPEN, setelah tiga dapur lainnya di Wonogiri.

Total distribusi CNG saat ini mencapai 4.800 meter kubik per bulan untuk MBG, dan sekitar 7.000 meter kubik untuk sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).

“Bulan Juli kami akan menambah suplai ke 18 dapur lagi, ditambah sektor furnitur, dengan volume mencapai 22.000 meter kubik atau sekitar 22 ton CNG, yang berpotensi menggantikan konsumsi elpiji secara signifikan,” ungkap Dwi.

Ia menekankan perbedaan mendasar antara CNG dan gas elpiji, yaitu pada sumber energi. “Sekitar 85 persen elpiji masih impor, sementara CNG sepenuhnya berasal dari reservoir lokal di Jateng. Ini mendukung semangat swasembada energi dan keberlanjutan.”

Pengelola Dapur Mandiri Marwa, Gema Pancawati, menyambut baik penggunaan CNG yang menurutnya lebih efisien dan tidak membebani anggaran dapur.

“Pemasangan gratis dan pengisian ulang jauh lebih murah. Kita juga dipinjami 60 tabung oleh JPEN,” jelasnya.

Dapur ini akan melayani lebih dari 3.500 siswa di lima sekolah di Ungaran mulai tahun ajaran baru, Agustus 2025. Sosialisasi penggunaan CNG pun telah dilakukan ke jaringan dapur MBG lain di bawah naungan BKNDI (Badan Komunikasi Nasional Desa se-Indonesia).

Dengan langkah ini, Pemprov Jateng tak hanya mempercepat realisasi program MBG, tetapi juga menjadi pionir dalam menghadirkan energi bersih, murah, dan berkelanjutan untuk kebutuhan masyarakat luas.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X