Sabtu, 13 Juni 2026

Gubernur Ahmad Luthfi Tinjau Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan: Tanggul Laut Siap Difungsikan Januari 2026

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 27 Mei 2025 | 13:08 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi Tinjau Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan: Tanggul Laut Siap Difungsikan Januari 2026. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Gubernur Ahmad Luthfi Tinjau Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan: Tanggul Laut Siap Difungsikan Januari 2026. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meninjau pembangunan kolam retensi Terboyo dan Sriwulan di Kota Semarang, Selasa 27 Mei 2025, pagi.


Dua kolam retensi ini ditargetkan mampu menampung total sekitar tujuh juta meter kubik air untuk mengatasi banjir dan rob yang kerap melanda kawasan pesisir.


Kedua kolam tersebut dipisahkan oleh aliran Kali Babon, dan masing-masing dilengkapi rumah pompa untuk mengalirkan air ke laut. Proyek ini merupakan bagian dari pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Tahap 1, khususnya di Seksi 1C yang juga berfungsi sebagai tanggul laut atau giant sea wall.


“Kolam retensi Terboyo luasnya hampir 189 hektare dengan kapasitas 6 juta kubik air. Sementara Sriwulan seluas 28 hektare, bisa menampung lebih dari 1 juta kubik. Ini cukup untuk mengantisipasi banjir dan rob jangka panjang,” ujar Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi.


Gubernur menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara menyeluruh melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.


Ia menekankan pentingnya pendekatan komprehensif, tidak parsial, termasuk melibatkan desa dan kecamatan dalam upaya perencanaan dan penanganan banjir.



Progres Proyek dan Target Fungsional Januari 2026


Proyek Tol Semarang–Demak Tahap 1 terbagi dalam tiga seksi, dengan progres konstruksi sebagai berikut:





  • Seksi 1A: 62,98% (target selesai 31 Juli 2026)




  • Seksi 1B: 40,93% (target selesai 25 April 2027)




  • Seksi 1C: 25,97% (target selesai 27 September 2026)




Namun, menurut Gubernur, sebagian tanggul laut yang merupakan bagian dari proyek ini ditargetkan sudah berfungsi secara teknis pada Januari 2026.


Meskipun belum dioperasikan sebagai jalan tol, tanggul tersebut akan mulai dimanfaatkan untuk menahan air laut.


“Insyaallah Januari nanti sudah fungsional. Minimal sudah bisa mengatasi rob walaupun belum dilintasi kendaraan. Ini langkah jangka panjang yang kita lakukan bersama Kementerian PUPR dan Balai Jalan Nasional,” ujarnya.


Sambil menunggu penyelesaian tanggul laut, Pemprov Jateng juga melakukan berbagai langkah jangka pendek dan menengah, termasuk asistensi wilayah terdampak dan edukasi kepada masyarakat mengenai adaptasi terhadap perubahan lingkungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X