Jumat, 12 Juni 2026

100 Hari Kerja Luthfi–Yasin: Layanan Speling Jadi Primadona Warga Desa, Cukup Bawa KTP Langsung Diperiksa Gratis

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 27 Mei 2025 | 12:07 WIB
100 Hari Kerja Luthfi–Yasin: Layanan Speling Jadi Primadona Warga Desa, Cukup Bawa KTP Langsung Diperiksa Gratis. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
100 Hari Kerja Luthfi–Yasin: Layanan Speling Jadi Primadona Warga Desa, Cukup Bawa KTP Langsung Diperiksa Gratis. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Memasuki 100 hari kerja Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, program kesehatan Speling (Spesialis Keliling) menjadi andalan warga, khususnya di pedesaan.

Cukup menunjukkan KTP, masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit.

Diluncurkan pada 4 Maret 2025, program ini dirancang sebagai layanan jemput bola, menghadirkan dokter spesialis langsung ke desa-desa melalui pos layanan seperti kantor balai desa. Hasilnya, dalam waktu kurang dari tiga bulan, program Speling telah menjangkau lebih dari 2 juta penduduk Jawa Tengah—jumlah terbesar untuk program cek kesehatan gratis (CKG) di Indonesia.

Program ini menyasar warga di 70 desa miskin yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Setiap desa ditargetkan melayani sekitar 100 orang, terutama mereka yang memiliki risiko tinggi seperti kanker serviks (CA serviks), TBC, hingga kehamilan berisiko.

Jenis pemeriksaan yang diberikan pun beragam, mulai dari deteksi TBC, IVA test untuk kanker serviks, pemeriksaan kesehatan jiwa, kusta, hingga layanan bagi ibu hamil.

“Cukup bawa KTP, langsung diperiksa. Jarak layanan juga lebih dekat karena di balai desa, sehingga hemat waktu dan biaya,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi saat meninjau pelaksanaan Speling di Desa Sampetan, Boyolali.

Warga: Gratis dan Bermanfaat
Sela Karainina Putri, warga Desa Karanggondang Pailus, Jepara, merasakan langsung manfaat Speling. Ia memeriksakan kandungannya tanpa biaya.

“Kalau biasanya ke bidan harus bayar Rp50 ribu, ini gratis. Lumayan bisa buat keperluan lain,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Nur Wanti (37), warga Desa Bulurejo, Karanganyar. Ia mengikuti IVA test untuk deteksi dini kanker leher rahim. “Harapannya kegiatan ini terus dilanjutkan. Periksa kesehatan gratis itu sangat membantu kami,” katanya.

Didukung Rumah Sakit dan Tenaga Spesialis
Pelayanan Speling melibatkan tenaga medis dari tujuh rumah sakit milik Pemprov Jawa Tengah, yakni:

  • RSUD Prof Dr Margono (Karesidenan Banyumas dan Kedu)

  • RSUD dr Moewardi (Karesidenan Solo)

  • RSUD dr Adhyatma (Karesidenan Semarang)

  • RSUD dr Rehatta (Karesidenan Pati)

  • RSJD dr Amino Gondohutomo (Karesidenan Pekalongan)

  • RSJD dr Arif Zainuddin (Karesidenan Kedu)

  • RSJD dr Soedjarwadi (Karesidenan Kedu dan Surakarta)


Menteri Kesehatan pun mengapresiasi efektivitas program ini dalam meningkatkan akses layanan kesehatan secara merata, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas medis.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah Suminar menjelaskan, program ini sangat penting dalam penanganan TBC karena mempermudah deteksi awal. Setelah satu kasus ditemukan, pihaknya langsung melakukan tracing minimal ke delapan orang di sekitar pasien.

“Treatment Success Rate (TSR) kita cukup tinggi—sembilan dari sepuluh pasien bisa sembuh jika rutin menjalani pengobatan. Tapi syaratnya, harus ditemukan dulu. Speling sangat membantu dalam hal ini,” ujarnya.

Program ini tidak hanya menunjukkan capaian dalam angka, tapi juga memperlihatkan keberpihakan pemerintah pada pelayanan dasar yang menyentuh langsung masyarakat. Bagi warga desa, cukup bawa KTP, kesehatan bukan lagi sesuatu yang sulit dijangkau.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X