Jumat, 12 Juni 2026

Raja Juli Temui Jokowi, Bahas Wacana Jadi Ketua Umum PSI

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 27 Mei 2025 | 10:30 WIB
Raja Juli Temui Jokowi, Bahas Wacana Jadi Ketua Umum PSI. (KlikSoloNews/dok)
Raja Juli Temui Jokowi, Bahas Wacana Jadi Ketua Umum PSI. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Wacana bergabungnya Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi)  ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai calon ketua umum terus menguat.

Hal ini mencuat setelah Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, bertemu langsung dengan Jokowi di kediamannya di kawasan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, pada Senin 26 Mei 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Raja Juli mengonfirmasi dirinya secara langsung menanyakan keseriusan Jokowi terkait keinginan untuk mendaftar sebagai calon ketua umum PSI.

“Tadi saya tanya, Bapak (Jokowi) gimana, kok kemarin bicara mau daftar menjadi ketua PSI? Beliau bilang, ‘Ya, saya sedang terus mengkalkulasi’. Belum ada jawaban pasti dari beliau,” ujar Raja kepada wartawan usai pertemuan.

Raja Juli menyatakan pihaknya menyambut baik apabila Jokowi memutuskan untuk bergabung dan maju sebagai ketua umum PSI.

Ia mengungkapkan sejauh ini sudah ada beberapa pengurus di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI yang mengusulkan nama Jokowi dalam bursa calon ketum.

Namun demikian, ia juga menghormati jika Jokowi pada akhirnya memilih untuk tetap berada di posisi netral sebagai tokoh bangsa.

“Tapi sekali lagi, tentu beliau punya wisdom ya sebagai tokoh bangsa. Apakah akan berlabuh di PSI atau tetap menjadi tokoh netral, itu menjadi bagian dari pertimbangan beliau. Saat ini, beliau sedang berpikir keras untuk mengkalkulasi yang terbaik,” tambahnya.

Raja Juli menegaskan apabila Jokowi memang mendaftar sebagai bakal calon ketua umum PSI, maka ia tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku. Termasuk menjadi anggota PSI secara resmi dan memperoleh dukungan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) maupun DPW.

"Untuk Pak Jokowi ya tentu sama. Karena pada dasarnya, ada tiga prinsip yang ingin kami pegang. PSI bukan partai elitis, bukan partai milik keluarga, dan semua kader punya peluang yang sama,” jelasnya.

Wacana ini menambah dinamika baru dalam peta politik nasional pasca berakhirnya masa jabatan Jokowi sebagai Presiden RI. Jika benar terjadi, bergabungnya Jokowi ke PSI bisa menjadi titik balik penting bagi partai berlambang bunga itu dalam membangun kekuatan politik di masa mendatang.

Meski belum memberikan keputusan final, sinyal yang diberikan Jokowi menunjukkan bahwa ruang manuver politiknya belum selesai. Masyarakat dan pengamat politik pun kini menanti langkah selanjutnya dari mantan orang nomor satu di Indonesia itu.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X