JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, memastikan bahwa proyek strategis nasional Kereta Cepat Jakarta–Surabaya akan tetap dilanjutkan.
Dalam kunjungannya ke Beijing, Luhut menegaskan kendala utama yang menghambat percepatan proyek ini adalah belum rampungnya regulasi, terutama Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi landasan hukum pelaksanaannya.
“Tadi kita bahas, masalahnya simpel, kita belum selesai susun aturannya. Kalau Perpres sudah ada, kita bisa mulai joint study,” ujar Luhut pada Kamis 22 Mei 2025, dilansir Voiceofnusantara, jejaring KlikSoloNews.
Proyek ini telah tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 296 Tahun 2020.
Untuk mempercepat penyusunan Perpres, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono telah ditugaskan secara langsung untuk mengawal proses tersebut bersama mitra dari Tiongkok.
Luhut menyatakan optimismenya kerja sama kali ini akan lebih terstruktur dan efisien, berbeda dengan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang masih menyisakan sejumlah masalah.
“Kita belajar dari pengalaman sebelumnya, tidak mencari siapa yang salah,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut pemerintah saat ini masih melakukan kajian menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk aspek teknis dan pembiayaan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga menegaskan pentingnya menjaga agar proyek tidak menjadi beban bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah tengah mengkaji sejumlah opsi teknologi, termasuk kereta kecepatan tinggi dan menengah, untuk menyesuaikan dengan daya serap pasar dan tingkat kelayakan investasi.
Proyek Kereta Cepat Jakarta–Surabaya dirancang sebagai kelanjutan dari trase Jakarta–Bandung, dengan target waktu tempuh hanya 3,5 jam dari sebelumnya 10 jam.
Pemerintah juga berupaya agar tarif yang ditawarkan lebih terjangkau dibanding layanan Jakarta–Bandung saat ini.
Saat ini, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tengah menyusun prastudi kelayakan. Ada tiga alternatif rute yang sedang dipertimbangkan: lintas selatan (Bandung–Kroya–Yogyakarta–Surabaya sejauh 629,5 km dengan 13 stasiun), lintas tengah, dan lintas utara.(KS01)