Jumat, 12 Juni 2026

Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Layanan PET Scan Pertama di Jateng, Alternatif Pemeriksaan Kanker Tak Perlu ke Luar Negeri

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 15 Mei 2025 | 17:33 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Layanan PET Scan Pertama di Jateng, Alternatif Pemeriksaan Kanker Tak Perlu ke Luar Negeri. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Layanan PET Scan Pertama di Jateng, Alternatif Pemeriksaan Kanker Tak Perlu ke Luar Negeri. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SUKOHARJO, KLIKSOLONEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan layanan Positron Emission Tomography (PET) Scan pertama di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang bertempat di Rumah Sakit Indriati Solo Baru, Sukoharjo, Kamis 15 Mei 2025.

Keberadaan layanan canggih ini diharapkan menjadi terobosan penting dalam layanan kesehatan, khususnya dalam deteksi dini penyakit kanker dan gangguan dalam lainnya.

“Masyarakat Jawa Tengah kini tidak perlu jauh-jauh ke Singapura atau ke daerah lain hanya untuk pemeriksaan kanker. Cukup ke RS Indriati Solo Baru yang sudah memiliki alat PET Scan,” kata Gubernur Ahmad Luthfi usai peresmian.

PET Scan merupakan teknologi kedokteran nuklir yang mampu mendeteksi penyakit secara lebih dini, akurat, dan sensitif. Keunggulan lainnya adalah membantu perencanaan terapi yang tepat, mengurangi kebutuhan pemeriksaan invasif, serta memberikan hasil yang aman dan non-invasif.

“Ini akan sangat membantu deteksi penyakit mematikan seperti kanker. Apalagi RS Indriati dikenal sebagai rumah sakit swasta dengan manajemen yang baik,” lanjut Luthfi.

Menurutnya, peralatan baru ini akan memperkuat sistem layanan kesehatan di wilayah Sukoharjo dan Jawa Tengah secara luas. Pemerintah Provinsi akan mendorong rumah sakit lain, baik negeri maupun swasta, untuk ikut meningkatkan pelayanan serupa.

Dukung Program Spesialis Keliling

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan kesehatan menyeluruh, Gubernur Luthfi juga menyinggung program Speling (Spesialis Keliling) yang telah berjalan di seluruh kabupaten/kota. Program ini melibatkan dokter spesialis untuk memberikan pemeriksaan langsung di tingkat desa.

“Saya harap RS Indriati dan rumah sakit lain bisa ikut dalam program ini untuk deteksi dini masyarakat desa. Ini akan kita koordinasikan lebih lanjut dengan dinas dan instansi terkait,” ujarnya.

Direktur RS Indriati Solo Baru, William Tanoyo, mengungkapkan bahwa saat ini di Indonesia baru terdapat sekitar delapan unit PET Scan. Dengan hadirnya alat ini di RS Indriati, layanan terapi kedokteran nuklir akan semakin lengkap.

“Kami merasa bertanggung jawab untuk membuka akses layanan ini kepada masyarakat, dan menjadi mitra strategis dokter dalam pengambilan keputusan medis yang kritis,” tutur William.

Ia berharap, layanan baru ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya, serta memperkuat RS Indriati Solo Baru sebagai pusat pengobatan kanker modern yang terpercaya.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X