SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Kabar baik buat guru agama di Jawa Tengah. Bantuan insentif dari pemerintah provinsi senilai Rp 1,2 juta per tahun tetap akan cair. Bahkan bisa bertambah jumlah penerimanya jika APBD Jawa Tengah naik pada tahun 2025 dan seterusnya.
Pemprov Jateng memastikan program bantuan insentif bagi guru agama tetap akan berlanjut pada tahun ini. Bahkan, jumlah penerima berpotensi bertambah jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami kenaikan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen (Gus Yasin), menyampaikan kepastian tersebut usai membuka kegiatan Training of Fasilitator (ToF) Kesejahteraan Remaja di Pesantren, di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Rabu 14 Mei 2025.
“Pada tahun ini sudah ada sekali penerimaan, yang akan dilanjutkan dengan termin berikutnya. Nantinya ada dua atau tiga termin yang akan diturunkan dari Kementerian Agama, dan kita juga hibahnya ke sana,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa insentif senilai Rp1,2 juta per tahun tetap akan disalurkan seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, Pemprov Jateng membuka kemungkinan peningkatan jumlah penerima pada 2025, tergantung pada kondisi PAD.
“Insentif akan terus kita lanjutkan. Semoga kalau PAD-nya naik, jumlah penerima bisa kita tambah lagi,” ujarnya.
Wagub Gus Yasin menepis anggapan bantuan insentif hanya ditujukan untuk guru agama Islam. Ia menegaskan bahwa program ini berlaku bagi seluruh guru agama dari berbagai keyakinan.
“Jadi jangan salah paham ya. Semua guru agama dapat. Dari dulu sudah begitu. Tidak hanya guru agama Islam, tapi juga guru Sekolah Minggu (Kristen/Katolik), Pasraman (Hindu), dan Vijjalaya (Buddha),” tegasnya.
Program insentif bagi pengajar agama ini telah digulirkan sejak 2019. Dana hibah berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, namun disalurkan melalui Kementerian Agama yang memiliki kewenangan terhadap pendataan dan verifikasi guru agama.
Pada tahun pertama program diluncurkan, sebanyak 171.131 guru menerima bantuan. Jumlah itu meningkat menjadi 211.455 orang pada 2020. Sedangkan pada 2023 dan 2024, jumlah penerima mencapai 230.830 orang setiap tahunnya.
Dalam termin III tahun 2024, total bantuan insentif yang dikucurkan mencapai Rp104,7 miliar, dengan jumlah penerima sebanyak 262.020 orang di seluruh Jawa Tengah.
Rinciannya, Rp92,38 miliar disalurkan kepada guru melalui Kanwil Kemenag Jateng, sementara sisanya dibagikan langsung kepada guru agama di sejumlah kabupaten seperti Rembang, Grobogan, dan Blora.
Meski demikian, belum seluruh guru agama di Jawa Tengah menerima bantuan ini karena masih dalam proses verifikasi oleh Kementerian Agama. Insentif tersebut hanya diberikan satu kali dalam setahun dan menyesuaikan dengan data valid yang terverifikasi.
Pemprov Jateng menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kesejahteraan guru agama sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter dan pendidikan moral di masyarakat.
“Ini bentuk penghargaan kami kepada para pengajar agama yang telah mengabdikan ilmunya demi pembangunan karakter generasi muda,” pungkas Gus Yasin. (KS01)