Jumat, 12 Juni 2026

Habemus Papam! Paus Leo XIV, Pemimpin Baru Gereja Katolik dari Amerika

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 9 Mei 2025 | 14:30 WIB
Habemus Papam! Paus Leo XIV, Pemimpin Baru Gereja Katolik dari Amerika. (KlikSoloNews/dok Vatikan)
Habemus Papam! Paus Leo XIV, Pemimpin Baru Gereja Katolik dari Amerika. (KlikSoloNews/dok Vatikan)

VATIKAN, KLIKSOLONEWS.COM – Dunia Katolik mencatat sejarah baru dengan terpilihnya Robert Francis Prevost sebagai Paus Leo XIV, Paus pertama asal Amerika Serikat.

Terpilih melalui proses konklaf selama dua hari, momen penting ini ditandai dengan mengepulnya asap putih dari cerobong Kapel Sistina, Kamis 8 Mei 2025, waktu setempat, menandai berakhirnya masa sede vacante dan terpilihnya pemimpin baru Gereja Katolik dunia.

Paus Leo XIV, 69 tahun, merupakan warga negara ganda Amerika-Peru yang dikenal moderat dan terbuka pada dialog.

Dalam pidato perdananya selama 10 menit, ia menyampaikan penghormatan kepada pendahulunya, Paus Fransiskus, dan menyerukan semangat misioner serta solidaritas.

“Kita harus bersama-sama menjadi gereja yang membangun jembatan, yang selalu membuka tangan bagi siapa pun yang membutuhkan kasih dan kehadiran kita.”

Profil Paus Leo XIV: Dari Chicago ke Takhta Suci

Robert Francis Prevost lahir di Chicago, AS, dan memulai pendidikan tingginya di Villanova University pada 1977 dengan gelar Matematika.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan teologi dan hukum kanon di Roma. Prevost merupakan anggota Ordo Santo Agustinus (OSA), dan ditahbiskan menjadi imam pada Juni 1982.

Selama lebih dari satu dekade, ia menjalankan misi pelayanan di Trujillo, Peru, dan menjabat sebagai Uskup Chiclayo sejak 2014 hingga 2023. Ia dikenal karena keterbukaannya pada reformasi dan peningkatan peran perempuan dalam proses pemilihan uskup.

Saat muncul pertama kali di hadapan publik di Vatikan, Paus Leo XIV menyapa umat dengan berbagai bahasa, termasuk Italia, Spanyol, Inggris, Prancis, dan Latin.

“Semoga damai menyertai kalian,” katanya, menyampaikan pesan universal kepada seluruh umat Katolik dan dunia internasional.

Ia juga secara khusus menyapa umat Katolik di Peru, tempatnya melayani selama bertahun-tahun, menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat Amerika Latin.

Arah Baru Kepausan: Sinode, Damai, dan Keterbukaan

Dalam visinya, Paus Leo XIV menekankan pentingnya Gereja yang sinodal, terbuka, dan dekat dengan umat, khususnya mereka yang menderita. Ia menyerukan agar Gereja terus berjalan dalam semangat dialog, kedamaian, dan kasih amal.

“Kita ingin menjadi Gereja yang berjalan bersama dan mencari kedekatan dengan mereka yang tersisih dan terluka,” ujarnya dalam pidato pertamanya di Lapangan Santo Petrus.

Terpilihnya Paus Leo XIV membawa harapan baru bagi Gereja Katolik untuk tetap relevan di tengah dinamika zaman.

Dengan latar belakang lintas budaya dan pengalaman di Amerika Latin, serta pandangan progresif, banyak yang memandangnya sebagai simbol transisi dan pembaruan spiritual di bawah terang nilai-nilai universal Gereja Katolik.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X