Jumat, 12 Juni 2026

Pesan Ning Nawal: Perempuan Dituntut Kuasai Literasi Keuangan untuk Hindari Penipuan dan Kejahatan Digital

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 29 April 2025 | 09:00 WIB
Pesan Ning Nawal: Perempuan Dituntut Kuasai Literasi Keuangan untuk Hindari Penipuan dan Kejahatan Digital. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Pesan Ning Nawal: Perempuan Dituntut Kuasai Literasi Keuangan untuk Hindari Penipuan dan Kejahatan Digital. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

Dengan kondisi ini, Nawal menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan bagi perempuan, terutama dalam hal perencanaan keuangan.


Hal ini akan membuat perempuan lebih mandiri secara finansial, memiliki masa depan yang aman dengan perencanaan keuangan yang matang, serta siap menghadapi berbagai perubahan ekonomi dan krisis global.


"Perempuan yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih siap untuk masa depan, seperti memiliki tabungan, asuransi, investasi, atau properti. Mereka juga akan mampu mengatasi krisis ekonomi, seperti yang kita hadapi saat ini akibat perang tarif antar negara maju yang berdampak pada perekonomian Indonesia," tambahnya.


Nawal juga mengusulkan beberapa langkah untuk meningkatkan literasi keuangan perempuan, antara lain dengan menerapkan kebijakan afirmasi yang menjadikan perempuan sebagai prioritas dalam program-program penguatan literasi keuangan.


Pelatihan-pelatihan terkait sistem keuangan, pengelolaan keuangan keluarga, UMKM, koperasi, dan perencanaan keuangan hari tua harus diperluas.


"Perempuan juga harus mendapatkan perlindungan dari berbagai kejahatan yang berhubungan dengan keuangan, seperti penipuan, pencucian uang, dan investasi bodong. Selain itu, perlu juga meningkatkan kerjasama dengan organisasi-organisasi perempuan, seperti TP PKK, Fatayat, Muslimat, Aisyiyah, WKRI, dan lainnya dalam menyelenggarakan pelatihan literasi keuangan," ungkapnya.


Sementara itu, Direktur Pengawasan OJK Jawa Tengah, Tisa Retnani, menambahkan bahwa dengan perkembangan teknologi yang pesat, literasi keuangan menjadi semakin penting. Perempuan harus lebih cerdas dalam mengelola keuangan agar dapat mewujudkan impian, meskipun dengan anggaran terbatas.


"Seperti bapak yang bertugas mencari uang, jika perempuan sebagai 'menteri keuangan' tidak mampu mengelola dengan baik, semua yang sudah didapatkan tidak akan cukup. Sebaliknya, jika dikelola dengan baik, bukan hal yang mustahil untuk mencapai segala yang diinginkan," pungkasnya. (KS01)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X