Jumat, 12 Juni 2026

Alarm Kemarau di Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan 250 Ribu Hektare Lahan Tanam Padi

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 24 April 2025 | 10:00 WIB
Alarm Kemarau di Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan 250 Ribu Hektare Lahan Tanam Padi. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Alarm Kemarau di Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan 250 Ribu Hektare Lahan Tanam Padi. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

KLATEN, KLIKSLONEWS.COM – Mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketahanan pangan, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memetakan lahan pertanian produktif dan menargetkan penanaman padi seluas 250 ribu hektare pada April 2025.

Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga swasembada pangan nasional.

Penanaman dilakukan serentak di 14 provinsi pada Selasa, 23 April 2025, yang terhubung secara daring dengan Presiden. Gubernur Luthfi memimpin penanaman di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, sementara Presiden melakukan tanam padi di Sumatera Selatan.

“Target April 250 ribu hektare. Hari ini sudah 156 ribu hektare. Swasembada mampu, tapi kita antisipasi kemarau,” ujar Ahmad Luthfi usai kegiatan tanam.

Tiga Strategi Antisipasi Kemarau

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan ada tiga strategi utama untuk menghadapi kemarau dan memastikan target produksi padi 11 juta ton tahun ini tercapai.

Harus diketahui, Provinsi Jawa Tengah ditarget pemerintah pusat untuk menopang pangan nasional. Total target tahun ini adalah 11 juta ton dan sampai saat ini sudah tercapai 4,9 juta ton.

Secara hitung-hitungan matematika, Ahmad Luthfi optimistis bisa menggenapi kekurangan produksi padi hingga akhir tahun.

Langkah kedua yang telah dilakukan Ahmad Luthfi untuk menghadapi kemarau adalah berkoordinasi dengan 35 bupati dan wali kota. Semua kepala daerah sepakat dengannya untuk memetakan wilayah.

Ketiga, pemetaan wilayah secara detail. Artinya wilayah pertanian mana saja yang produktif namun terancam kemarau harus ditopang oleh pengairan di saat kekeringan nantinya.

“Kami sudah rakor dengan 35 kepala daerah. Daerah yang rawan kekeringan tapi potensial akan kita topang dengan sistem pengairan,” imbuhnya.

Dalam penanaman tersebut, Ahmad Luthfi juga mendemonstrasikan penggunaan teknologi mekanisasi pertanian. Dengan menggunakan alat tanam modern, padi dapat ditanam secara cepat dan rapi, meningkatkan efisiensi serta hasil produksi.

Dalam arahannya secara daring, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kekuatan petani dalam menjaga kedaulatan pangan nasional. Ia menargetkan Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga menjadi lumbung pangan dunia.

“Kalau pangan aman, negara aman. Petani sebagai produsen pangan harus makmur,” ujar Presiden Prabowo.

Dengan kerja sama lintas pemerintah daerah dan pusat, Jawa Tengah diproyeksikan tetap menjadi tulang punggung pangan nasional di tengah ancaman kekeringan tahun ini. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X